Terbit : 17 Desember, 2019 - Jam : 20:21

Polda Papua Bantah Ada Penambahan Pasukan di Sugapa

Loading...

JAYAPURA – Polda Papua melalui Kabis Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH membantah pemberitaan salah satu media online lokal Papua yang menyebutkan adanya penambahan pasukan (TNI/Polri) di beberapa daerah di Papua, termasuk Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua.

“Terkait dengan berita yang dimuat di media suara Papua.com tentang Negara Indonesia melakukan pendropan pasukan TNI dengan menggunakan Helikopter milik TNI AD dan Helikopter milik Polri di Sugapa itu tidak benar,” ungkap Kamal, Selasa (17/12/2019).

dikatakan, Personil TNI/Polri melakukan aktifitas kepolisian yang ditingkatan seperti, melaksanakan patroli, razia dan sambang ke Kampung-kampung, hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020.

“Kehadiran aparat keamanan TNI /Polri di Papua khususnya di Sugapa untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, untuk itu masyarakat tidak perlu takut dengan kehadiran aparat keamanan,” ucapnya.

Ia pun menegaskan personil TNI/Polri yang berada disana tetap distandbykan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sugapa.

“Jadi tak ada penambahan pasukan,” ungkapnya lagi.

Polda Papua juga mengimbau, agar masyarakat Papua bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua.

Warga juga diminta agar berhati – hati dalam menyebarkan berita.

Diingatkan pula mengenai pelanggaran dalam penyebaran berita bohong (hoax) dapat dituntut dengan UU ITE.

Sebelumnya, 16 Desember 2019 salah satu media lokal di Papua menerbitkan berita yang menginformasikan adanya penambahan pasukan di beberapa wilayah di Papua termasuk Distrik Sugapa.

“Di Intan Jaya, pendropan aparat dimulai sejak 15 Desember 2019. Pendropan itu dilakukan dengan menggunakan pesawat helikopter milik TNI.
Pendropan dilakukan di bandara Soko Paki, Bilogai, Sugapa, Papua…. ” tulis Suara Papua, dikutib, Selasa (17/12) malam. (Fai/Red.Papua)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.