Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Walikota Santoso Sampaikan KUA PPAS 2021 ke DPRD Kota Blitar

Loading...

Kota Blitar – Walikota Blitar Drs. H. Santoso, M.Pd menyampaikan nota pengantar rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2021.

Penyampaian KUA PPAS tahun 2021 dilakukan Walikota Blitar Santoso pada rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Yasin Hermanto, di gedung Paripurna kantor DPRD Kota Blitar, Rabu (15/07/2020).

“KUA PPAS merupakan dokumen strategis tahun 2021 adalah periode akhir RPJMD tahun 2016-2021 sekaligus akan meletakkan pondasi untuk RPJMD selanjutnya,” jelas Santoso ditemui awak media usai paripurna.

Lanjutnya, tahun 2021 juga sebagai tahun kunci pemulihan ekonomi. Diharapkan penguatan ekonomi terutama pada tribulan 3 dan 4 tahun 2021 setelah diperkirakan ekonomi sampai akhir 2020 ini diperkirakan mengalami pelemahan karena Covid-19.

“”KUA dan PPAS ini telah memproyeksikan dan mengantisipasi dampak pandemi covid-19, sehingga seluruh program prioritas memiliki spirit penanggulangan Covid-19,” tandasnya.

Santoso mengungkapkan, ada 5 program prioritas ditahun 2021 meliputi, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas kesejahteraan sosial masyarakat, peningkaran kualitas sumber daya manusia melalui kesehatan, pendidikan dan kebudayaan.

Peningkatan nilai tambah ekonomi untuk mendorong pertumbuhan, peningkatan kualitas infrastruktur dan lingkungan hidup yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan pengurangan resiko bencana. Stablitas keamanan dan ketertiban serta reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

“Di tahun 2021 dampak Covid-19 juga mempengaruhi kekuatan anggaran. Dari sisi pendapatan daerah, diperkirakan Rp. 918,15 M, terdiri dari PAD Rp. 177,33 M, pendapatan transfer Rp. 722,89 M dan lain-lain pendapatan yang sah Rp. 17,92 M,” terangnya.

Untuk belanja daerah, sebutnya, Rp. 936,91 M terdiri dari belanja operasi Rp. 825,99 M, belanja modal Rp. 107,41 M dan belanja tidak terduga Rp. 3,5 M.

“Jadi, untuk KUA PPAS tahun ini, karena tahun 2020 kita sedang dilanda Covid-19, maka penganggaran tahun 2021 yakni bagaimana upaya kita untuk memulihkan kembali kondisi perekonomian masyarakat. Kita harus berusaha bagaimana kondisi ekonomi bisa pulih kembali,” pungkasnya. (Hms/Adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.