9 Tips Cerdas dalam Memilih Aplikasi Online untuk Berbelanja

Pandemi Covid-19 yang terdeteksi ada di Indonesia sejak awal bulan Maret 2020 telah membatasi mobilitas masyarakat. Sejak pertengahan Maret, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat bekerja, sekolah, beribadah, dan berkegiatan dari rumah. Hal ini turut mempengaruhi pola belanja masyarakat yang bergeser dari belanja offline menjadi online.

Berdasarkan laporan yang dihimpun iPrice, berjudul Southeast Asian Map of E-Commerce untuk kuartal II-2020, menunjukkan orang Indonesia disebut-disebut paling getol dalam mengakses aplikasi belanja ketimbang negara-negara lainnya di Asia Tenggara.

Tercatat, total sesi atau kunjungan pada aplikasi belanja di Indonesia mencapai 28,5 milyar pada kuartal II-2020. Angka ini naik 34 persen dari kuartal sebelumnya yang mencatat 21,3 miliar sesi. Indonesia unggul jauh atas Thailand yang berada di posisi kedua dengan total sesi aplikasi belanja sebanyak 12,9 miliar pada kuartal II-2020.

Berdasarkan laporan iPrice juga, peningkatan paling pesat diraih Filipina yang sesi penggunaan aplikasi belanjanya naik hingga 53 persen. Namun, total sesinya masih kalah jauh dengan Indonesia, yakni hanya 4,9 miliar, dari 3,2 miliar di kuartal I-2020.

Pada kuartal II-2020, total jumlah unduhan kategori belanja di Indonesia mencapai 40,7 miliar sehingga duduk di posisi pertama dalam hal total unduhan aplikasi belanja terbanyak di Asia Tenggara. Namun, jumlah itu menurun dua persen dari kuartal sebelumnya.

Kemungkinan hal ini dikarenakan aplikasi-aplikasi belanja sudah banyak terpasang di smartphone pengguna sehingga tak perlu diunduh lagi. E-Commerce lokal juga menjadi primadona d Indonesia, dengan angka kunjungan mencapai 55 persen di kuartal II-2020. Namun, jumlah itu turun dari kuartal sebelumnya yang mencatat 57 persen.

Adapun dalam laporan iPrice ini, E-Commerce Internasional mencatat kenaikan angka kunjungan sebesar 2 persen dibanding kuartal sebelumnya, menjadi 45 persen pada kuartal II-2020. Dari lima besar E-Commerce yang disorot dalam laporan ini, tiga di antaranya adalah pemain lokal, yakni Blibli, Tokopedia, dan Bukalapak. Sedangkan dua e-commerce lainnya adalah Shopee dan Lazada yang merupakan pemain dari luar negeri.

Nah, sebelum mulai melakukan transaksi untuk membeli barang secara online via aplikasi belanja , ada baiknya jika kamu mengetahui terlebih dahulu perbedaan dari toko online, marketplace, dan e-commerce. Meski terlihat sama, ketiganya sebenarnya berbeda. Lantas, apa saja perbedaannya? Berikut penjelasannya!

  • Toko Online

Toko online yang sering juga disebut sebagai “online shop” merupakan medium berbelanja online yang mengandalkan media sosial atau website. Oleh karena itu, toko online bisa dibuat dalam wujud marketplace maupun e-commerce.

  • Marketplace

Marketplace adalah media yang digunakan oleh pedagang online untuk menjajakan barang dagangannya. Di marketplace, para penjual dan pembeli barang wajib mempunyai akun atau kontak yang dapat dihubungi. Biasanya, marketplace lebih dipercaya karena semua toko bernaung dalam sebuah marketplace. Beberapa contoh marketplace di Indonesia yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.

 

Perlu kamu tahu, saat ini, media sosial Instagram juga sudah menyediakan marketplace bagi para pengguna yang ingin berjualan online, yaitu melalui Instagram Shopping. Jika kamu pernah melihat beberapa konten Instagram yang menampilkan harga produk di gambar, itulah yang disebut dengan Instagram Shopping.

 

  • E-Commerce

E-Commerce adalah media berjualan online yang lebih mengerucut dari toko online. Jika toko online mencakup semua media yang digunakan secara online, lain halnya dengan e-commerce yang berupa website untuk menjual barang secara online. Inilah yang disebut juga dengan website toko online.

Bagaimana tidak, melalui e-commerce, kamu bisa melihat katalog, mengenal brand atau toko yang menawarkan produk, bahkan menyimpan biodata diri, dan melakukan pembelian langsung dari website yang sama. Beberapa contoh e-commerce di Indonesia adalah Blibli.com, Lazada, dan Zalora.

Di era yang serba digital ini, orang-orang memang sudah tidak perlu capek saat ingin berbelanja. Hal ini dikarenakan saat ini sudah banyak tersedia aplikasi belanja online. Proses pembayaran pun terasa lebih mudah dengan sejumlah metode pembayaran secara online.

Salah satu alternatif untuk berbelanja saat ini adalah melalui aplikasi belanja online. Aplikasi belanja online bisa dikatakan sebagai pasar digital yang menawarkan berbagai produk yang kamu cari dan butuhkan. Bahkan, aplikasi tersebut bisa diibaratkan sebagai pasar serba ada karena menyediakan berbagai produk dari yang kamu cari dan inginkan, sampai membuatmu ingin berbelanja.

Mencarinya juga sangat mudah karena sudah disusun berdasarkan kategori produk. Alih-alih menelusuri lorong supermarket, kamu tinggal pilih kategori yang diinginkan. Klik sana, klik sini dan kamu bisa dapat barang apa saja yang diinginkan di aplikasi belanja online.

Keunggulan lain dari aplikasi belanja online adalah harganya yang lebih murah. Bukan rahasia lagi jika membeli barang di aplikasi belanja online jelas lebih hemat dibandingkan toko biasa. Apalagi, banyak aplikasi belanja online yang menawarkan promo bebas ongkir sehingga makin tergiurlah orang-orang untuk menggunakannya.

Sayangnya, tidak semua aplikasi belanja online yang selalu dapat memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi konsumen. Tidak jarang juga masih ada banyak aplikasi belanja online yang dikelola secara asal-asalan dengan menyediakan produk yang tidak berkualitas sehingga dapat merugikan konsumen tentunya.

Nah, agar tidak mengalami, berikut beberapa tips untuk memilih aplikasi belanja online yang tepat!

  1. 1. Periksa Aplikasi Belanja Online Tersebut Lebih Dulu

Sebelum memutuskan untuk berbelanja dalam sebuah aplikasi belanja online, pastikan untuk selalu memeriksa aplikasi belanja online tersebut lebih dulu. Hal ini adalah sesuatu yang wajib, kamu harus mengecek reputasi dari toko tersebut. Jangan asal tertarik hanya karena foto-foto produk yang diperlihatkan. Pertimbangkan reputasi aplikasi belanja online mulai dari testimoni, apakah banyak yang positif atau tidak?

Aplikasi belanja online yang sering melakukan tindakan penipuan tentu saja akan mendapatkan banyak komentar-komentar negatif dari konsumen-konsumen sebelumnya. Jika menemukan banyak komentar negatif pada sebuah aplikasi belanja online, maka akan lebih baik jika beralih ke aplikasi belanja online lainnya.

  1. 2. Pilih Situs dan Link Promo dari Aplikasi Belanja Online Tepercaya

Bila kamu ingin berbelanja menggunakan metode kartu kredit secara online, pastikan kamu memilih aplikasi belanja online yang dipercaya dan aman.  Selain itu, carilah aplikasi belanja online yang mempunyai kredibilitas baik.  Jika kamu kerap kali menerima promo melalui e-mail, hindari melakukan klik langsung lewat e-mail, terutama e-mail dari merchant yang tidak jelas.

Karena jika kamu menekan tombol promo tersebut, bisa jadi kamu akan dibawa ke situs palsu yang memanfaatkan kartu kredit Kamu secara tidak benar.  Jadi sebaiknya jika ingin membeli produk secara online, kunjungi URL-nya lewat browser atau aplikasi-nya secara langsung.

Ada baiknya juga jika kamu memilih aplikasi belanja online yang sudah lama beroperasi. Semakin pendek usia dari aplikasi belanja online itu, penting untuk mempertanyakan keamanan dan layanan dari aplikasi belanja online tersebut. Jangan sampai nantinya kamu mengalami kerugian, entah menerima barang yang tidak sesuai dengan pesanan ataupun malah tidak menerima barang sama sekali.

Untuk menghindari risiko seperti ini, akan lebih baik jika memilih aplikasi belanja online yang punya jam operasional sangat panjang dan berdiri sudah cukup lama. Setidaknya sudah berdiri selama satu tahun lebih. Jika sudah memiliki pengalaman, tentu saja akan mudah untuk mengecek reputasi dan kredibilitas dari aplikasi belanja online tersebut.

  1. Gunakan Smartphone untuk Melakukan Transaksi

Pada dasarnya, berbelanja online dapat dilakukan dimana saja. Namun, harus diingat bahwa komputer yang terhubung dengan jaringan lain yang digunakan lebih dari satu orang memiliki tingkat keamanan yang rendah.

Informasi kartu kredit milikmu berisiko dicuri jika kamu bertransaksi menggunakan komputer orang lain atau komputer umum.  Namun walau menggunakan komputer pribadi, jika kamu menggunakan koneksi internet di tempat umum, komputer kamu tetap berisiko diretas. Karena itu, lebih baik menggunakan smartphone dengan koneksi internet pribadi untuk bertransaksi di aplikasi belanja online.

  1. Cetak Bukti Pembayaran Online Setelah Bertransaksi

Selalu cetak bukti pembayaran kamu setelah menggunakan bertransaksi di aplikasi belanja online, terutama jika menggunakan kartu kredit. Mencetak bukti pembayaran ketika bertransaksi juga akan membantu kamu memeriksa pengeluaranmu dengan mengecek angka yang ada pada tagihan.  Selain itu, hal ini juga langkah antisipatif yang ideal jika ada kesalahpahaman dengan pihak bank ketika bertransaksi dengan kartu kredit di aplikasi belanja online.

  1. Selalu Keluar dari Akun Setelah Bertransaksi

Sebagian besar pengguna layanan aplikasi belanja online jarang melakukan logout dari akunnya setelah melakukan transaksi.  Padahal sangat penting untuk melakukan logout setelah transaksi yang kamu lakukan di aplikasi belanja online telah selesai.  Logout akan meminimalisir kemungkinan penyalahgunaan data pribadi kamu pada aplikasi belanja online yang bersangkutan.

  1. Aktifkan Pemberitahuan Transaksi

Cara ini bisa dilakukan setelah kamu menghubungi pihak bank untuk mengaktifkan notifikasi transaksi.  Dengan begini, setiap aktivitas transaksi kamu di aplikasi belanja online dapat terpantau.  Apabila ada transaksi yang tidak kamu lakukan namun menerima notifikasinya, kamu dapat segera melaporkan hal tersebut ke pihak bank.

  1. Periksa Apakah Aplikasi Belanja Online Itu Punya Banyak Pelanggan Setia

Tips selanjutnya dalam melihat apakah aplikasi belanja online tersebut aman atau tidak adalah melihat seberapa banyak mereka memiliki konsumen yang setia. Aplikasi belanja online yang terbaik dan tepercaya tentu saja akan selalu berusaha untuk menjaga kepuasaan konsumennya dengan memberikan pelayanan yang maksimal.

Karena itu, pilihlah aplikasi belanja online yang memiliki banyak pelanggan, tidak hanya dilihat pada usia aplikasi belanja online tersebut. Hal ini karena usia aplikasi belanja online tidak selalu menjamin memiliki banyak pelanggan yang setia. Pilihlah aplikasi belanja online yang selalu aktif dalam melakukan update produk-produk yang ditawarkannya dan mempunyai banyak pelanggan setia yang tetap.

  1. Cek Apakah Ada Customer Service 24 Jam yang Bisa Dihubungi

Aplikasi belanja online yang tepercaya tentu saja memfasilitasi konsumen dengan fitur customer service yang dapat membantu untuk mencari apa yang mereka butuhkan. Sehingga jika ingin merasa aman dan nyaman saat berbelanja online, pastikan jika aplikasi belanja online tersebut memiliki customer service, bahkan hingga beroperasi selama 24 jam. Hal ini dapat mengantisipasi resiko penipuan yang sering terjadi. Pastikan kamu mencatat nomor telepon dan dengan siapa dirimu berkomunikasi.

Well, semoga bermanfaat!

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.