Terbit : 5 September, 2019 - Jam : 18:43

YSCLI Ajak Masyarakat Aceh Tamiang Jaga Kelestarian Tuntong Laut

Loading...

ACEH TAMIANG – Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia (YSCLI) ajak masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang, provinsi Aceh, untuk menjaga kelestarian Tuntong Laut (Batagur Borneornsis) dari degradasi kepunahannya.

Tuntong Laut merupakan spesies jenis kura kura laut yang sangat dilindungi habitatnya, apalagi jenisnya masuk dalam daftar nomor urut ke 25 terpunah didunia. Hingga spesies mendapat perhatian sangat spesifik, baik dari pemerintah maupun dunia internasional.

Hal tersebut ditegaskan Joko Guntoro, S. Sos peneliti Tuntong di YSCLI kepada nusantaraterkini.com, Kamis (5/9/2019) di Aceh Tamiang siang tadi. Sebab satwa jenis kura-kura yang satu ini merupakan satwa yang langka dan sudah dilindungi undang-undang serta Qanun (Perda) Kabupaten Aceh Tamiang.

Masih Joko, bahwa peraturan perlindungan bagi satwa Tuntong Laut memang sudah diterbitkan, namun masih memerlukan implementasi lebih lanjut. Untuk itu YSLI menggelar sosialisasi tentang perlindungan Tuntong Laut, di Gedung Serbaguna T. Banta Ahmad, Pekan Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara.

Menurutnya, selaku peneliti Tuntong Laut sekaligus pendiri YSCLI, dia sangat berkewajiban menyelamatkan dan mengembangbiakan Tuntong Laut, agar habitatnya bisa terselamatkan.

“Dunia mencatat bahwa Tuntong Lalu merupakan bagian dari 365 spesies jenis kura-kura yang hidup dan berkembang didunia ini yang harus mendapat perhatian yang sangat khusus”, katanya.

Lebih jauh dikatakan, kalau spesies ini merupakan 38 spesies dan subspesies kura-kura dan penyu di Indonesia (TTWG 2027) serta 10 jenis kura-kura yang ditemukan di Kabupaten Aceh Tamiang tidak termasuk Penyu.

Yang sangat perlu diingat dan diketahui adalah jenis spesies tersebut termasuk satu dari 6 jenis kura-kura yang dilindungi di Indonesia menurut PP Nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satewa liar merujuk pada Permen LHK Nomor 20 tahun 2017 tentang jenis tumbuhan dan satwa satwa liar dilindungi.

“Jadi ada hal hal spesifik dan bersifat kekhususan dalam menangani habitat Tuntong Laut dari kepunahannya, jika ini dibiarkan dan tidak ditangani, maka jumlah yang ada 400 ekor induk Tuntong Laut diperairan laut Aceh Tamiang akan punah”, tegas Joko. (Syawaluddin)

Loading...
Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.