YAPELHI : Kota Tangerang Indah dan Cantik di Luar, Namun Buruk dan Jorok di Dalam

Tangerang, Nusantaraterkini.com – “Kami mohon kepada H.Wahidin Halim (WH) Gubernur Provinsi Banten, datangi dan bantu kami, dari ancaman air limbah TPA rawa kucing, sudah 5 (lima) tahun kami bertahan, saat ini, kami tidak mampu lagi bertahan, bebaskan tanah dan bangunan rumah kami agar kami dapat pindah untuk hidup sehat.

“Sudah umum, Pencemaran udara, air tanah dirumah kami, disebabkan rembesan air dari gunungan sampah setinggi 25 Meter yang tidak ada tembok pembatas dengan rumah – rumah warga yang bersebelahan persis dengan TPA Rawa Kucing,”ungkap Edi Ketua RT 05/04 kedaung wetan kec.neglasari Kota Tangerang Sabtu (1/5/2021)

Berkaitan keluhan warga itu, Kepala Departemen Kajian dan Amdal di Yayasan Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (YAPELHI) Denni Granada mengatakan, Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing Neglasari Kota Tangerang adalah Fenomena Persoalan gunung Es, dikhawatirkan Sebentar lagi akan ada kejadian seperti peristiwa TPA, Leuwi Gajah di Jawa barat.

“Satu demi satu warga terdampak disana, sudah mulai hilang kesabaran akibat tidak kunjung ada tindakan solusi nyata dari pihak Dinas LHK, Pasalnya, sudah waktunya pihak Pemkot,Tangerang memikirkan tempat alternatif pembuangan lain, mengingat TPA, rawa kucing sudah over kapasitas, “tukasnya.

Ia menyayangkan, TPA rawa kucing selama ini sudah menjadi buah bibir, daerah tetangga, yang katanya setiap kali melintas di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) selalu saja disajikan pemandangan gunungan sampah serta aroma bau yang tidak sedap.

“Kebanyakan rencana yang mau dilakukan oleh pemkot, Tangerang seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) yang konon, menelan biaya triliunan, yang ujung -ujung nya menjadi PO (proyek ongkos) dan hal itu menjadi buah bibir daerah tetangga, “Anehnya lagi, Program DLHK yang katanya mempunyai motto go green menuju zero waish, namun pada kenyataan, nya Jauh Panggang dari Api,’ ucap Aktivis pemerhati lingkungan Hidup itu kepada awak media ini.

Dengan telah ditunjuknya kepala dinas LHK yang baru,Saya berharap agar bisa menangani permasalahan yang ada disana.

“Kepala Dinas LHK yang baru dituntut memberikan perhatian, memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak, tentunya menjadi suatu keharusan yang dibebankan kepada pemkot, Tangerang,”imbuhnya.

Denni menegaskan satu ungkapan, Mengenai Kota Tangerang yaitu, Kota Tangerang indah dan cantik diluar, namun buruk dan jorok didalam.

“Sudah 75 tahun Indonesia merdeka, sudah sewajarnya berbagi, Pemda, sudah jelas kewenangannya dan pejabat yang ditunjuk, diberikan kuasa dan sudah mendapatkan gaji /insentif maupun fasilitas penunjang yang sudah cukup,”beber Denni.

Menurut Denni, Tinggal bahasanya hari ini mau apa, tidak membenahi permasalahan ini karena tidak mampu atau tidak bersedia mencarikan solusi masalah ini, Janganlah hanya kebanyakan Teori saja, Teori pun perlu direalisasikan.

Kalau hanya wacana, tong kosong nyaring bunyinya, ini yang pantas kalau kita sematkan pribahasanya.

“Belum waktunya reward atau apresiatif positif diberikan kepada pemerintah kota Tangerang kaitan pengelolaan sampah di TPA rawa kucing, kalau toh masih ada warga disana yang dirugikan,” tandasnya.

Neglasari Sabtu (1/5/2021)

Biro Tangerang Raya : Rohman

 

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.