Yanto : Dihimbau Polda Metro Jaya Agar memeriksa TPA Rawa Kucing

Nusantaraterkini.com, Tangerang – “Polemik air limbah TPA Rawa Kucing yang mencemari air, udara dan tanah warga Rt 05/04 Kedaung wetan Neglasari sampai saat ini masih belum dapat diselesaikan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Tangerang,”tutur Yanto, Aktivis Lingkungan Hidup, keterangan tertulisnya Kamis (11/3/2021).

Ia mengkritik, Pengawasan komisi IV DPRD atas pengelolaan IPAL, Lemahnya pengawasan menjadi sumber persoalan air limbah itu yaitu saluran pembuangan atau outlet unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) TPA Rawa kucing itu diduga bermasalah bahkan tidak terdapat tembok pembatas.

“Walau Ketua Komisi lV bersama Kabid DLH, Camat dan Lurah berkunjung belum lama ini, tapi belum kita dengar apa temuan yang akan dijadikan Rekomondasi DPRD Kota Tangerang ke pihak Pemkot atas semua dugaan pelanggaran pencemaran Udara, air, tanah yang dirasakan oleh warga yang bersebelahan langsung dengan gunungan sampah yang terdampak dan pastinya dirugikan,” Kata yanto.

Yanto berharap, Segeralah Aparat hukum memeriksa zat apa saja yang terkandung dalam air hitam masuk kerumah warga tersebut, tentu perlu dilakukan uji laboratorium.

“Walau tidak melakukan Pelaporan langsung, Pihak Polri bisa langsung memeriksa keadaan TPA Rawa Kucing dan memeriksa Pejabat DLH, sebagaimana amanat UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengakui bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat adalah hak yang harus diperoleh warga negara. Pasal 28H UUD NRI 1945,”tukas yanto

Adanya UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan pembaruan terhadap UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, “tandas yanto

Sebelumnya Ketua RT 05/04 Kel Kedaung wetan yang mengirimkan Vidio.Edi chandra (54) mengatakan, Malam ini kita pastinya tidak bisa tidur karena lantai keramik di teras dan didalam rumah sebagian tergenang Air Hitam bau busuk limbah gunungan sampah TPA Rawa kucing.

“Semua perabotan kecil sudah dinaikkan ke atas lemari dan tempat tidur, kalau yang besar ya tergenanglah, pastinya malam ini tidak nyenyak tidur bahkan ada 6 (enam) rumah warga lainya juga terdampak genangan air limbah TPA Rawa kucing, “ungkap edi

Melalui telephone iya menjelaskan, Genangan air limbah TPA kali ini, paling parah kejadian sebelum nya.

“Genangan air limbah hitam dari TPA Rawa Kucing dari pukul 10:20 WIB mulai memasuki rumah – rumah hingga pukul 3:15 (pagi) kali ini paling parah dari tahun sebelum nya,”Papar Edi

Bagaimana ya udah egak kuat juga kita, Setiap hujan selalu air limbah masuk rumah, Kerugian ya udah egak kita hitung karena udah puluhan tahun,”diakui Edi,Boro-boro ganti rugi perabotan, kompensasi bau busuk untuk keluarga yang tinggal di sekitar TPA, egak ada dari UPT Itu,” Keluhnya.

Diakui Edi, Sekitar 3 minggu yang lalu ada kunjungan Komisi lV DPRD, Kabid Kebersihan DLH, Camat Neglasari dan lurah, kunjungan ke warga terdampak TPA ini.

“Kunjungan Komisi IV DPRD itu egak ngasih apa – apa bahkan juga egak lama ya sekitar setengah Jam lah, dan saat itu keadaan hujan lebat, “ucapnya

Warga senang, Ada kunjungan DPRD dan Camat, setelah kunjungan mungkin akan dapat kompensasi, tapi kecewa, bahkan pembebasan lahan tanah dan bangunan saja banyak alasan anggaran terbatas nanti akan dianggarkan lagi, jadi pusing kalau ikut undangan rapat, karena keluarga kitakan butuh Bukti bukan janji lagi – janji lagi,”Sambung Edi.

“Karena ketinggian sampah sudah menggunung 20 – 30 meter dan tidak ada tembok pembatas bahkan saluran air limbah juga tidak ada, ya, pasti Air Hitam pekat mengalir kerumah warga dan setiap air mengalir saya harus menyedot air itu menggunakan mesin pompa, ya beginilah nasip kami bertahun – tahun,”tandasnya.

Kota tangerang Kamis 11/3/2021

Biro Tangerang Raya : Rohman

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.