Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Waspadai Potensi Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Papua

Loading...

JAYAPURA – BMKG Wilayah V Jayapura menginformasikan prakiraan cuaca pelayaran dan tinggi gelombang Perairan Papua – Papua Barat dan prakiraan cuaca Provinsi Papua, 09 Desember 2019 (besok) yang berlaku 24 jam mulai pukul 09.00 WIT.

Disebutkan, patut diwaspadai potensi ketinggian gelombang laut hingga 2,5 meter di beberapa wilayah.

“Samudra Pasifik Utara Papua Barat, Perairan Raja Ampat Sorong, Manokwari dan perairan utara Papua,” ungkap Kepala BMKG Wilayah V Jayapura Petrus Demon Sili dalam keterangannya, Minggu (8/12/2019) malam.

Peringatan ini dikeluarkan BMKG pada Minggu 8 Desember 2019.

Untuk diketahui, perahu nelayan diharapkan mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1,25 meter.

Nahkoda kapal tongkang diharapkan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1,5 meter. Kapal memperhatikan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

“Sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar diharapkan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang diatas 4,0 meter,” jelasnya lagi.

Namun ia menegaskan yang paling penting adalah bagi para nelayan tradisional di daerah pesisir wilayah tersebut.

“Pemahaman bagi masyarakat terutama nelayan tradisional terus kami lakukan melalui sekolah lapang nelayan yang bertujuan mengedukasi para nelayan. Sehingga mampu melihat bahaya dari kondisi tinggi gelombang seperti saat ini,” ujar Petrus lagi.

Indikator gelombang memang kata Petrus sangat dipengaruhi kecepatan angin, untuk itu jika ada informasi kecepatan angin yang tidak seperti biasanya otomatis tinggi gelombang juga bisa saja tinggi dan berbahaya bagi nelayan lokal.

Potensi cuaca buruk ini juga diimbaunya diwaspadai oleh kapal-kapal barang dan bukan hanya nelayan.

warga pesisir juga diminta untuk mempercayai sumber yang akurat dari BMKG dan tidak termakan hoax. (Fai/red Papua)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.