Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Warung Emperan Mbah Darwen Petahunan Banyumas, Bukti Pemulihan Ekonomi Secara Mandiri

Loading...

Banyumas – Warung emperan adalah satu bukti semangat ekonomi baru bagi masyarakat Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyongsong wisatawan yang akan berkunjung ke obyek wisata air terjun tingkat tujuh Curug Nangga.

Memang itulah yang diharapkan dari adanya pembangunan akses jalan beton 1,8 kilometer lebar 3,75 meter melalui TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas, menuju Curug Nangga. Yaitu membantu Pemerintah Daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi covid secara mandiri.

Serka Eko Budi Wiyono, Babinsa setempat dari Koramil 15 Pekuncen, Kodim Banyumas mengatakan, apa yang dilakukan Mbah Darwen (70), warga Dukuh Semingkir RT. 05 RW. 03, Petahunan itu, sangat lumrah dan memang yang diharapkan TNI dan Pemerintah, yaitu ekonomi kreatif memanfaatkan potensi wisata.

“Mbah Darwen adalah salah satu warga yang mulai menyambut peluang dengan layaknya jalan hasil TMMD di depan rumahnya yang menuju Curug Nangga. Jika mantan anggota Satgas TMMD Reguler 108 Banyumas yang telah kembali ke kesatuannya masing-masing membaca tulisan ini, pastinya mereka bangga dengan apa yang telah mereka kerjakan di Petahunan,” ungkapnya, Jumat (31/7/2020).

Pun dengan Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein, dan seluruh pihak yang telah berjasa mewujudkan impian mayoritas warga Petahunan sebagai petani.

Jalan TMMD selain akan memudahkan pengangkutan dan memangkas biaya angkut hasil bumi, jalan itu akan membuka rezeki baru bagi warganya dalam sektor pariwisata, selaras dengan wisatawan yang terbuka jalan wisatanya ke Curug Nangga.

Untuk diketahui, jalan di depan rumah Mbah Darwen, hanya jalan batu diperkeras dan hanya sampai di depan rumah Mbah Sahid (82), di ujung Dukuh Semingkir. Selanjutnya adalah jalan setapak menuju sawah dan kebun masyarakat.

Sedangkan wisatawan yang akan berkunjung ke Curug nangga, dulu harus berjalan menyusuri jalan batu setapak kurang lebih 2 kilometer dari tempat parkir di Dukuh/Desa Petahunan.

Kini jalan beton TMMD itu akan menjadi modal pembangunan infrastruktur lanjutan menuju sejumlah obyek wisata terpendam yang ada di sekitar jalan beton TMMD setebal 20 centimeter itu, yakni Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan (mata air asin), Makam Eyang Gusti Aji (ulama penyebar agama islam), dan juga petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong (Brahmana sakti jaman kerajaan Pajajaran). (Aan/Red)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.