Warga Paseban Dan Mahasiswa Jember Geruduk Kantor, Turunkan Paksa Papan Nama Perusahaan

Jember, Nusantaraterkini.com Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel) Desa Paseban Kecamatan Kencong Kabupaten Jember dan aktifis Mahasiswa GMNI, berbondong-bondong mendatangi sebuah  rumah yang disinyalir sebagai kantor perusahaan tambak udang.Jumat, (19/03/21).

 

Kedatanganya guna menurunkan paksa banner dan papan nama perusahaan  PT Lautan Berkat Jadi Jaya (LBJJ) yang terpampang di depan kantor perusahaan. 

 

Aksi penurunan paksa ini didampingi Muspika Kencong dan pemerintah Desa Paseban, dengan pengawalan petugas keamanan Polsek  dan Satpol PP Kencong. 

 

Pj Kepala Desa Paseban menuturkan, sebelum melakukan aksi, warga dan mahasiswa sempat mendatangi kantor Desa Paseban untuk mengadu, perihal keberadaan kantor tambak udang PT LBJJ di Desa Paseban, yang dinilai meresahkan warga karena diduga ilegal dan terkesan provokatif. 

 

“Usai dilakukan pertemuan antara warga, Pemerintah Desa serta Muspika disepakati bahwa, kehadiran investor tambak harus ditolak, ” ujar Kamto. 

 

Selain itu, katanya, disepakati banner dan papan nama PT LBJJ harus diturunkan hari itu juga, karena tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

“Hasil pertemuan juga menyepakati segala sesuatu yang menimbulkan keresahan,  ketertiban di masyarakat harus dihentikan atau bubarkan, serta untuk menciptakan suasana Paseban yang kondusif, ” paparnya.

 

Senada, Ketua Ampel, Gatot Priyanto menyatakan, aksi penurunan paksa sebagai bentuk ungkapan penolakan warga Desa Paseban, atas keberadaan kantor PT LBJJ yang diduga hendak membuka lahan usaha tambak udang di kawasan pantai selatan Paseban.

Padahal, sambung Gatot, sudah sejak puluhan tahun hingga sekarang, warga sangat tegas menolak atas kehadiran investor dan  aktivitas Tambak Udang dan

Tambang Pasir (2T).

Ia menambahkan, keberadaan kantor PT LBJJ telah menimbulkan keresahan di masyarakat.Yang disinyalir, bahwa itu akan beroperasi di kawasan tanah negara yang selama ini menjadi momok warga Paseban.

“Siapapun orangnya yang akan membuat keresahan, baik itu tambak maupun tambang yang dianggap akan bermasalah, itu harus dihentikan. Ini komitmen kita bersama, ” tegas Gatot.

Kehadiran investor tambak yang berdalih akan mengolah wilayah selatan berupa biota laut, dianggap warga  sebagai kedok saja.Pasalnya ujung-ujungnya berkepentingan dengan  pasirnya yang  akan diangkut keluar untuk dijual.Katanya, memang faktanya yang sudah terjadi seperti itu. 

 

“Karena sudah dianggap meresahkan masyarakat dan pendiriannya sudah juga ilegal maka kita sepakat segala sesuatu yang akan menimbulkan masalah dan tidak prosedural harus kita hentikan. Tidak boleh itu dibiarkan begitu saja, ” tambahnya. 

 

Gatot menegaskan, segala bentuk usaha tambak dan tambang di Paseban harus ditolak.Baginya, keduanya merupakan harga mati untuk warga Paseban.

 

Ia beralasan, pembukaan lahan untuk aktivitas Tambak dan Tambang akan membuat dampak yang kurang bagus terhadap lingkungan pertanian maupun  masyarakat setempat. 

“Itu mereka bisnis hanya cari duit.Jika para investor tetap memaksa kita akan lawan terus, ” pungkasnya. (Tahrir).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.