Warga Kembali Serahkan Senjata Api Ke Satgas YPR 501

NusantaraTerkini.Com, Papua – Melalui kegiatan Binter di bidang keagamaan, Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad menerima satu pucuk senjata api jenis Mauser dari masyarakat Papua. Mauser adalah senjata api buatan Negara Jerman yang sering digunakan oleh Angkatan Bersenjata Negara Jerman.

Dansatgas Yonif Para Raider 501 Kostrad
Letkol Inf. Eko Antoni Chandra, Kamis (2/8) menjelaskan, senjata api Mauser tersebut bukan diterima langsung dari si pemilik senjata.

“Si pemilik senjata tidak berani bertemu dan menyerahkannya langsung kepada pihak Satgas dengan alasan keselamatan diri dan keluarganya. Sehingga ia menitipkan senjata api tersebut kepada seorang tokoh Agama (Vikaris) berinisial AN (48) yang telah ia percaya untuk diserahkan kepada pihak Satgas,” ujar Dansatgas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/8) sore.

Dikatakan, Satgas 501 Kostrad sendiri juga aktif dalam bidang keagamaan dan sering berkomunikasi dengan AN yang berprofesi sebagai Vikaris.

Setelah mengumpulkan beberapa informasi dari AN, akhirnya pihak Satgas sepakat untuk melaksanakan anjangsana ke kediaman AN di Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, untuk menerima senjata api yang dimaksud.

Dari pengakuan AN senjata api tersebut adalah milik orang tua dari salah seorang jemaat gereja berinisial OL.

Kedua orang tua OL adalah simpatisan aktif dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang saat ini telah meninggal dunia.

OL tergugah hatinya untuk menyerahkan senjata api tersebut karena ia tidak ingin ada lagi orang yang dicintainya meninggal sia-sia karena senjata api tersebut.

Saat ini senjata api tersebut telah diserahkan kepada pihak Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 172/Praja Wira Yakti.

Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad berharap, masyarakat Papua bisa mencontoh sikap positif yang dilakukan oleh OL. (FN/Satgas)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.