Walikota Surabaya Isyaratkan Buka Hiburan Malam

Nusantaraterkini.com (Surabaya) – Walikota Surabaya, Eri Cahyadi yang belum genap sebulan dilantik berencana akan membuka 8 bidang usaha Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU) yaitu bar, karaoke, diskotik, pub, kelab malam, panti pijat, spa, serta bioskop. Di era kepemimpinan Walikota Surabaya sebelumnya, Tri Risma Harini, 8 usaha RHU yang umum disebut tempat hiburan malam ini dilarang operasional berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) Surabaya yang sudah tiga kali mengalami perubahan, dimana sekarang menggunakan Perwali Nomor 67 Tahun 2020 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Dan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 Di Kota Surabaya. 

Langkah awal Eri Cahyadi membuka RHU diawali dengan mengumpulkan para pejabat Pemkot terkait dan berbagai macam perkumpulan atau perwakilan pengusaha RHU, Selasa (23/3/2021), bertempat di ruang sidang Walikota. Undangan yang hadir diantaranya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB dan Linmas), Irvan Widyanto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Eddy Christijanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), drg Febria Rachmanita, dan Ketua Himpunan Pengusaha RHU (Hiperhu), George Handiwiyanto. Pertemuan itu membahas sosialisasi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Irvan Widyanto yang menjadi pimpinan pertemuan memaparkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dipenuhi pengusaha RHU sebelum membuka usahanya. Diantaranya harus mengajukan assessment (penilaian) kepada satgas Covid-19 Kota Surabaya. Selanjutnya kata Irvan, begitu sapaan akrabnya, tim satgas Covid-19 akan melakukan kunjungan ke tempat usaha untuk melakukan pengecekan atau pemeriksaan mengenai kesiapan menerapkan prokes. Semua pengusaha dan karyawan RHU tambah Irvan juga wajib melakukan tes swab atau rapid tes setiap bulannya, bisa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang kemudian mengajukan permohonan ke Dinas Kesehatan.

Assessment hanya untuk usaha yang sudah berizin. Di tempat usaha wajib dibentuk satgas Covid-19 mandiri. Kalau mengandalkan Pemkot Surabaya, jelas petugas kita tidak mampu. Dimohon kesadaran pengusaha dan karyawan RHU untuk disiplin prokes, supaya kebijakan Walikota Surabaya memberikan relaksasi yang bertujuan meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan kerja ini bisa kita jaga bersama,” ujarnya.

Irvan mengingatkan kebijakan relaksasi kepada pengusaha RHU ini kondisional. Apabila nantinya di Kota Surabaya terjadi peningkatan angka pasien Covid-19, Irvan menegaskan pihaknya tidak segan untuk menarik ‘rem darurat’ yang artinya usaha RHU tersebut akan kembali dilarang operasional. Ia berpesan paling utama adalah wajib menggunakan masker, cek suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer atau cuci tangan, dan menjaga jarak.

“Selain itu pengunjung tempat RHU wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dicatat identitasnya. Tujuannya bila ditemukan penderita Covid-19 di tempat RHU, satgas Covid-19 dapat melakukan tracing (penelusuran) dan treatment (pengobatan) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19” tuturnya.

Di akhir pertemuan, semua pengusaha RHU menyetujui SOP yang dibuat Pemkot Surabaya tersebut. Seusai acara, saat ditanya wartawan tentang wacana uang jaminan Rp 100 juta yang harus disetor pengusaha RHU, Irvan menerangkan setelah dikonsultasikan dengan pakar hukum, untuk sementara batal diterapkan. Sedangkan untuk kepastian perubahan Perwali Nomor 67 Tahun 2020 dan kapan usaha RHU itu bisa kembali operasional, Irvan tidak menjawab secara gamblang. Ia hanya menjelaskan hasil pertemuan ini segera dilaporkan kepada Walikota sehingga bisa segera dikaji melibatkan pihak terkait.

Ketua Hiperhu, George Handiwiyanto berharap Perwali Nomor 67 Tahun 2020 segera dirubah atau direvisi supaya pengusaha RHU bisa segera operasional, karena sudah lebih setahun tidak operasional atau tutup.

Informasi yang dihimpun Nusantaraterkini.com, Rabu (24/3/2021), dari salah satu pengusaha RHU yang tidak bersedia disebut namanya, pihak Satgas Covid-19 Kota Surabaya terdiri dari BPB dan Linmas, Satpol PP, dan Disbudpar mulai bergerak melakukan assessment di berbagai tempat RHU. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.