Wakil ketua DPR Komitmen Perjuangkan Nasib Petani Tembakau

Nusantaraterkini.com (Surabaya) – Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel bersama rombongan Fraksi Partai NasDem DPR melakukan kunjungan kerja (kunker) di BIN Cigar didampingi Bupati Jember, Hendi Siswanto, Kamis (18/3/2021). BIN Cigar merupakan salah satu pabrik cerutu ekspor beralamat di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi menjadi salah satu tujuan kunker wakil rakyat di Senayan ini sebagai kegiatan jaring aspirasi petani.

Kunker kali ini mendapat sambutan baik dari pihak pabrik cerutu dan para perwakilan petani tembakau. Kegiatan kunker diawali sambutan Bupati Jember, Hendy Siswanto yang menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan pihak Wakil DPR RI untuk memakmurkan petani tembakau yang nasibnya masih kurang jelas.

“Saya berharap dapat memberikan edukasi kepada petani dan Pemkab Jember siap untuk fasilitasi sehingga bisa mengembalikan kejayaan petani tembakau. Nantinya di tahun 2021 ini petani tembakau tidak lagi merugi,” tegas Hendi, begitu sapaan akrabnya.

Wakil DPR RI, Rachmat Gobel menginginkan perkebunan – perkebunan tembakau harus menjadi produk unggulan dan produk cerutu harus sebanding dengan Amerika Latin. Laki-laki yang dikenal sebagai pengusaha nasional papan atas itu berharap produk-produk hasil karya anak bangsa kedepannya dapat lebih baik lagi.

Selanjutnya kunker dilanjutkan acara jaring aspirasi yang di ikuti perwakilan petani tembakau. Dalam kesempatan ini para perwakilan petani tembakau secara bergiliran menyampaikan aspirasinya di depan Bupati Jember dan Rahmat Gobel. Kemudian para anggota DPR dan Bupati Jember beserta rombongan melihat proses pembuatan cerutu.

Direktur Utama PT BIN Cigar, Imam Wahid Wahyudi menjelaskan pergerakan cerutu dalam negeri tetap stabil. Sementara segi permintaan dari luar negeri menurutnya di masa pandemi Covid-19 masih tinggi.

“Harapannya dari kunjungan ini, apa yang menjadi keluhan petani bisa teradopsi untuk dibuat regulasi maupun peraturan yang bisa membantu kemakmuran petani tembakau,” tutupnya. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.