Wadir UK: Keroyokan Benahi RSUD M. Yunus

Satu hari pasca sertijab, Wadir UK RSUD M. Yunus Mariani, S.Stp, SKM gelar sidak
1 hari pasca sertijab, Wadir UK RSMY Mariani, S.Stp, SKM gelar sidak

NusantaraTerkini.Com – Satu hari pasca serah terima jabatan, Wakil Direktur Umum dan Keuangan (Wadir UK) RSUD M. Yunus (RSMY) Mariani, S.Stp, SKM langsung tancap gas. Terjun langsung melihat kondisi riil RSMY. Hasilnya luar biasa parah, baik itu dari sisi pelayanan publik maupun fasilitas yang ada.

Karenanya Mariani berkesimpulan RSMY harus dirombak. Perbaikan tata kelola keuangan dan peningkatan pelayanan publik harus dilakukan. Dengan berkoordinasi dan menjalin kerjasama lintas sektor. Mariani mengungkapkan, ke depan untuk inovasi pelayanan publik RSMY akan berkoordinasi dengan Ombudsman Perwakilan Bengkulu.

Sementara untuk menciptakan tata kelola keuangan yang baik dan sehat, RSMY berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan BPK Perwakilan Provinsi Bengkulu. Selain itu, Manajemen RSMY juga akan menyiapkan MoU untuk kerjasama lintas sektor lainnya. Seperti ke Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, BPJS dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu.

“Sesuai pesan Pak Gubernur membangun harus dengan keroyokan. Karenanya kerjasama dengan banyak pihak ini harus dilakukan, terutama untuk peningkatan pelayanan publik. Kemudian menciptakan tata kelola keuangan yang transparansi dan akuntanbilitas, sekarang uda ga zamannya lagi ditutup-tutupi, harus serba terbuka, kalau mau maju,” kata Wadir UK RSMY yang baru, Mariani.

Tampak atap plafon RSMY bocor
Tampak plafon di salah satu sudut RSMY bocor dan ruangan yang kotor

Lebih lanjut, Mariani mengatakan, kondisi bangunan RSMY pada bagian tertentu tidak memberikan rasa aman dan kenyamanan. Belum lagi permasalahan fasilitas yang dimiliki. “Atap bocor, ada alat tanpa roda,” kata dia. Untuk itu ia menegaskan, pejabat struktural jangan menuntut banyak kepada tenaga fungsional untuk bekerja lebih maksimal. Sementara mereka tidak diberikan kenyamanan dalam bekerja.

“Itu semua harus dirombak dan diperbaiki, sekali lagi demi untuk peningkatan pelayanan publik. Pasien adalah raja, tapi tenaga fungsional adalah raja bagi pejabat struktural. Untuk itu, mari kita (Pejabat Struktural, red) bekerja sama dengan setulus hati memberikan kenyamanan kepada pejabat dan tenaga fungsional. Ketika itu terjadi maka fungsional akan memberikan pelayanan terbaiknya kepada pasien,” tutur Mariani.

Ke depan, Mariani telah memprogramkan terjun langsung ke lapangan dua kali dalam seminggu. Ia juga tengah menyusun Forum Komunikasi RSMY Membangun, melalui layanan WhatsApp (WA). Di dalam Grup WA itu nanti isinya semua pejabat struktural dan fungsional RSMY. Bertujuan guna mempermudah komunikasi dan koordinasi antar sektor dan semua bagian yang ada di internal RSMY.

“Untuk RSMY yang lebih baik, seluruh bidang harus terlibat. Kalau ada bidang-bidang tertentu mengalami kesulitan, jangan malu bertanya kepada yang lebih profesional. Saya akan terjun langsung ke lapangan dua kali dalam seminggu. Untuk memastikan sejauh mana koordinasi antar bidang berjalan dengan baik, seperti apa progres peningkatan pelayanan publik. Mengetahui apa yang menjadi keluhan pasien, tenaga fungsional, yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk kerja nyata. Kita ingin RSMY menjadi rumah sakit yang membanggakan, karena prestasinya, karena pelayanannya yang baik, itu saja,” demikian Mariani. [DS]

Dibiarkan berserakan begitu saja. Reformasi birokrasi RSMY memang harus dilakukan
Dibiarkan berserakan begitu saja. Reformasi birokrasi RSMY memang harus dilakukan. RSMY harus memberikan rasa aman dan nyaman

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.