Wabup Blitar Resmi Mundur, Begini Tanggapan Wakil Ketua DPC Gerindra Adib Zamhari

Blitar – Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso resmi mundur dari jabatannya. Mundurnya Wabup Blitar periode 2019 – 2024 tersebut banyak mendapat tanggapan dari berbagai elemen masyarakat dan elite politik di Kabupaten Blitar.

Salah satu tanggapan itu muncul dari Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Blitar Adib Zamhari. Ia menilai mundurnya Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso ini merupakan kegagalan Bupati yang tidak bisa bersinergi dengan wakilnya.

Menurut Adib Zamhari, jabatan Bupati dan Wakil Bupati itu ibarat sepasang suami istri, suaminya Bupati. Nah kalau suaminya tidak bisa ngemong pasangannya, akibatnya anak-anaknya yang menjadi korban. Anak-anaknya siapa? ya masyarakat Kabupaten Blitar.

Ia juga menilai bahwa yang selama ini dekat masyarakat adalah Wabup Rahmat Santoso. Setiap ada kegiatan masyarakat baik undangan maupun adanya aksi unjuk rasa, Wabup Rahmat Santoso selalu hadir.

“Selama ini kan yang dekat dengan masyarakat Wakil Bupatinya, yang bisa menerima siapapun baik kalau masyarakat mengadu atau unjuk rasa yang menerima kan Wabupnya, dekat dengan rakyat. Diundang siapapun datang, dihubungi mudah, jiwanya juga sosial sering membantu masyarakat,” kata Adib Zamhari ketika dihubungi lewat telepon, Jumat (18/8/2023)

Sedangkan Tomi Gandhi yang juga Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Blitar membenarkan apa yang disampaikan Adib Zamhari.

Menurutnya, Wakil Bupati Blitar itu mundur karena beliau maju dalam pencalonan untuk menjadi Anggota DPR RI dan mundur saat ini atau nanti sama saja pasti harus mundur.

“Jadi jangan ada yang statement kurang etislah atau apalah, Jadi mundur itu salah satu persyaratan dari KPU bukan etis tidak etis,” tegasnya.

Tomi Gandhi juga menambahkan, Partai Gerindra dalam waktu dekat akan Konsolidasi antara partai pengusung Calon Presiden Prabowo Subianto seperti PKB, PAN , Golkardan Gerindra, fokus kita yakni memenangkan Prabowo Subianto untuk dapat menang mutlak di Kabupaten Blitar. (rd)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.