Viral, Ritual Pengobatan Sebut Kalimat, “Kamu Adalah Allah, Allah Adalah Kamu”

Jember- Sebuah video rekaman diduga kegiatan ritual ajaran sesat, viral di media sosial dan menggegerkan warganet.Pasalnya, dalam cuplikan Video berdurasi sekitar 11 menit 10 detik yang di posting di Facebook group Berita Gumukmas oleh akun Rahmat Aris S Zibond, terdengar kalimat suara menyebut, “Kamu adalah Allah, Allah adalah kamu”.Minggu, (06/12). 

Informasi yang dihimpun media ini, postingan tersebut juga memantik keresahan warga Dusun Kalimalang Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember.Beberapa warga mengaku kenal orang-orang yang terekam dalam video.Lokasi kejadian juga diyakini berada wilayah Desa tersebut.Warga menyimpulkan, kegiatan ini sebagai ritual ajaran aliran sesat.

Tampak dalam cuplikan rekaman, terdengar suara seseorang diduga yang merekam langsung dan berperan sebagai pemandu ritual menyebut kalimat, “Kamu Adalah Allah, Allah Adalah Kamu”,diiringi suara pengikutnya, “Ya Allah” berkali-kali tanpa henti dalam kondisi seperti tidak sadar hingga acara selesai.Terlihat, para pengikut ritual yang terdiri laki-laki dan perempuan dewasa berkumpul menjadi satu tanpa ada sekat di dalam satu ruangan.

Menanggapi hal ini, Pengurus NU Ranting Mayangan, Ustad Muhammad mengaku sudah melihatnya di akun Yutub “Bank Ternak” dengan unggahan video bernama “Tim Pengobatan Tibbulqulub” dan pemimpin ritual bernama Sadad.

” Sedikit sudah bisa memberikan masukan ternyata di dalamnya kok ada kalimat-kalimat yang nampaknya tidak cocok dengan syariah, ” ucapnya.

Muhammad mengaku kaget dan prihatin, ternyata sudah berani terang-terangan mengunggah kegiatan ritual kontroversi di akun Yutub.Tidak hanya sekali, bahkan di akun yang sama ritual dilakukan di pinggir pantai dengan melibatkan beberapa pengikutnya dari warga Desa Mayangan.

“Kita menghimpun beberapa temuan dan informasi dari orang-orang dekat dan orang-orang yang mengetahui tentang pelaksanaan kelompok itu.Sudah ada masukan dan menemukan sedikit gambaran ternyata, memang benar pelaksana atau anggota itu benar-benar orang kalimalang, ” katanya melalui sambungan telepon.

Dalam waktu dekat, Ia bersama pengurus NU Ranting Mayangan akan memanggil pemimpin dari kelompok kegiatan ritual tersebut untuk Tabayun atau klarifikasi.

Kalau memang benar, kata Muhammad, nanti itu dasarnya apa, dalilnya di mana.Jika ternyata tidak melenceng dari aturan yang sebenarnya ya silahkan saja.Tetapi bila di sana itu menimbulkan keresahan nanti lain lagi yang bicara, bukan ranting NU mungkin dari pemerintah setempat, kita hanya meluruskan saja.

Apkah itu hanya sekedar topeng kita gak tahu, tetapi kan kata tibbulqulub berarti kan pengobatan.Yang mencurigakan kok ada kalimat seperti , ” pungkasnya. (Tahrir).

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.