Vidio Porno Picu Kasus Pelecehan Seksual

NusantaraTerkini.Com Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara dipengaruhi oleh vidio porno. Pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bengkulu Utars menghimbau agar para orang tua memantau perkembangan anak-anaknya.

Tercatat di semester pertama tahun 2017 ini jumlah penanganan kasus pelecehan seksual pada anak sebanyak 11 kasus, dalam hal ini para pelaku dipengaruhi akses internet dengan konten video porno. 

Kapolres BU AKBP Andhika Vishnu, S.IK melalui Kanit PPA Ipda Yeni Puspita, SH, menyatakan  bahwa dari 11 kasus tersebut 10 berkas sudah dinyatakan P21 sementara 1 kasus masih lidik.

“Dari 10 kasus yang sudah P21 ini sebnayak 19 tersangka, rata-rata korbannya anak-anak bahkan korban sodomi mencapai 11 korban. Alhasil di tahun ini jumlah perkaranya menurun namun jumlah pelakunya meningkat, beda dengan tahun 2016 yang mencapai 17 kasus,” jelas Yeni, Senin 18 September 2017.

Meski pihak unit PPA sudah melakukan sosialisasi serta melarang siswa membawa Hp ke sekolah. Namun, kenyataan di lapangaan, kasus-kasus ini banyak terjadi di luar jam sekolah. Hal ini memang tidak terpantau baik oleh pihak kepolisian, guru terlebih orang tua.

“Kami selau berkordinasi dengan pihak Babinkamtibmas, serta pihak Polsek. Namun dalam hal ini kami juga mengharapkan kerjasama guru dan para orang tua. Sebab, kebanyakan para siswa meninggalkan rumah dengan alasan ada kegiatan di sekolah misal ekstrakulikuler namun kenyataannya dim lapangan berbeda,” harap Yeni. 

Meski demikian, lanjut Yeni pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di kecamatan-kecamatan. Ini guna memberikan wawasan para anak- anak tentang bahaya mengakses konten video porno.

“Kami akan bergerak di tiga kecamatan, yang nantinya berbarengan dengan pihak Pemda. Kami sangat berharap seluruh masyarakat mendukung upaya ini demi untuk menyelamatkan masa depan anak-anak,” tutup Kanit. (dik12)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.