Terbit : 19 Juli, 2019 - Jam : 15:05

Usia Seabad Lebih, Pasutri dari Padangsidimpuan Ini Berangkat ke Tanah Suci

Loading...

Padangsidimpuan – Sesuai yang dijadwalkan, Jemaah Calon Haji (JCH) asal daerah Kota Padangsidimpuan bersama pendamping sebanyak 398 orang tergabung dalam kloter 9 Embarkasih Medan, pada Jumat (19/7) ini diberangkatkan menuju ke Asrama Haji, di Medan, serta take off dari Bandara Kuala Namu ke Bandara KAIA Jeddah, Minggu (21/7).

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, bersama Forkopimda melepas pemberangkatan di Mesjid Raya Al-Abror, Kota Padangsidimpuan.

Dimusim haji tahun ini, JCH dari Kota Padangsidimpuan yang berangkat, usia yang paling tua yaitu Kartawi berumur 105 tahun, warga Lingkungan II, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Kartawi berangkat bersama istrinya Karitam 104 tahun. Kedua pasangan yang ingin menunaikan rukun Islam ke-5. Bekerja sebagai petani dengan menabung selama 7 tahun, dengan niat tulus mereka berdua, akhirnya berangkat di tahun 2019 ini, mengharap ridho dari Allah SWT.

Melihat kedua pasangan ini, membuat masyarakat yang menyaksikan pemberangkatan haji di tempat itu berdecak kagum sembari mengucap tasbih. Bagaimana tidak, diusia yang begitu tua masih memiliki niat yang kuat menunaikan ibadah haji. Ada juga yang mengucapkan doa kepada mereka berdua.

“Subhanallah. Mudahan-mudahan Allah SWT memudahkan mereka berdua menunaikan ibadah haji dan menjadi haji mabrur. Amiin,” ucap Syawal Siregar salah satu warga.

Sementara JCH usia yang paling muda yaitu Zulkipli Muda Nasution  26 tahun, warga Lingkungan II, Kelurahan Panyanggar, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

Pada pemberangkatan itu, Walikota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution, menyampaikan titipan doa dari masyarakat Kota Padangsidimpuan kepada JCH.

Menurutnya, semakin banyak yang mengaminkan doa ini, tentu semakin besar kemungkinan doa ini akan diijabah oleh Allah SWT, apalagi di Tanah Suci.

“Titip doa untuk Kota Padangsidimpuan tercinta agar bisa menjadi kota yang ‘baldatun thoyyiban wa robbun ghofur’
yang maknanya merupakan tempat yang luas, subur makmur, sejahtera dan ada dalam bimbingan serta ridho Allah SWT,” ucap Irsan penuh harap. (Idham Siregar)

Loading...
Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.