Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Update COVID-19 Jumat 15 Mei 2020 117 OTG

Loading...

INHU Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali merekapitulasi data pantauan corona di Kabupaten Inhu, Jumat 15 Mei 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Inhu, Jawalter, M.Pd dalam video conference menyampaikan bahwa berdasarkan update data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Inhu tanggal 14 Mei 2020, terdapat ODP kumulatif dari tanggal 22 Maret – 14 Mei 2020 sebanyak 417 orang, dengan rincian ODP dalam pemantauan 13 orang (3,11%), dan ODP selesai pemantauan 404 orang.

Untuk ODP yang diperiksa Rapid sebanyak 373 orang, dengan hasil Rapid Negatif 371 orang, dan Positif (Reaktif) 2 orang, sedangkan untuk OTG sebanyak 117 orang,” ungkapnya.

Sementara Kumulatif pelaku perjalanan (PP) dari tanggal 28 Maret – 14 Mei 2020 sebanyak 4.368 orang, dengan rincian PP dalam pemantauan 446 orang, dan PP selesai pemantauan 3.992 orang.

Untuk Total PDP 9 orang, dimana PDP masih dirawat 3 orang, dan PDP sehat dan pulang 6 orang. Untuk kasus Positif COVID-19 (Konfirmasi) di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 3 orang, dengan keterangan 2 orang berstatus masih dirawat, dan 1 orang berstatus sehat dan pulang.

Untuk terhindar dari COVID-19, saat tiba, segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

2.Gunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift

3. Tidak berkerumun dan menjaga jarak di lift dengan posisi saling membelakangi

4. Untuk sementara tidak menggunakan absensi finger print

5. Bersihkan meja / area kerja dengan desinfektan

6. Upayakan tidak sering menyentuh fasilitas peralatan yang dipakai bersama di area kerja, gunakan Handsanitizer.

7. Tetap menjaga jarak dengan rekan kerja minimal 1 meter.

8. Usahakan aliran udara dan sinar matahari masuk ke ruang kerja.

9. Biasakan tidak berjabat tangan.

10. Masker tetap digunakan

11. Selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja.

Kepala Inspektorat Boyke Sitinjak , Insentif tenaga Medis buat daerah pihaknya tidak ada melakukan audit , insentif disini ada dua macam, pertama insentif kebijakan daerah yang ditentukan sesuai daerah masing-masing, dan kedua insentif covid-19 yang ditetapkan besaran dan nominal sesuai dengan keputusan menteri kesehatan,” jelas Boyke.

“Untuk insentif bagi tenaga medis yang bertugas di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 sesuai dengan keputusan Menkes itu disalurkan apabila daerah sudah menetapkan status ‘Tanggap Darurat Covid-19’,” imbuhnya.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Inhu, Jawalter S. M.Pd menyatakan untuk Kabupaten Inhu, Bupati telah mengeluarkan keputusan Bupati Nomor: Kpts,270/lV/2020 tertanggal 16 April 2020 tentang perubahan atas keputusan Bupati Inhu Nomor : Kpts.183/lll/2020 tentang penetapan status siaga darurat bencana non alam akibat virus corona di Kabupaten Inhu.

“Menetapkan status siaga darurat bencana non alam berlaku selama 44 hari, terhitung mulai tanggal 16 April sampai dengan 29 Mei 2020,”

Sebagai informasi, pemberian insentif dan santunan kematian tersebut yang telah ditetapkan Menkes melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

Fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang dimaksud meliputi:

1. Rumah sakit yang khusus menangani COVID-19 seperti Rumah Sakit Khusus Penyakit Infeksi (RSPI) Prof dr Sulianti Saroso, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Rumah Sakit Wisma Atlet, dan Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang.

2. Rumah sakit milik Pemerintah Pusat termasuk rumah sakit milik TNI/POLRI atau pemerintah daerah, serta rumah sakit milik swasta yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat atau pemerintah daerah.

3. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

4. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP).

5. Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

6. Puskesmas.

7. Laboratorium yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, insentif untuk tenaga kesehatan di KKP, BTKL-PP, dan BBTKL-PP, Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota, Puskesmas, dan laboratorium yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan setinggi-setingginya sebesar Rp 5 juta. Lalu santunan kematian sebesar Rp 300 juta diberikan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dalam memberikan pelayanan kesehatan akibat paparan COVID-19 saat bertugas.

Jenis tenaga kesehatan yang mendapatkan insentif dan santunan kematian adalah dokter spesialis, dokter, dokter gigi, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya yang bekerja di 7 fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. Besaran insentif untuk tenaga kesehatan di rumah sakit setinggi-tingginya antara lain:

1. Dokter Spesialis Rp 15 juta

2. Dokter Umum dan Gigi Rp 10 juta

3. Bidan dan Perawat Rp 7,5 juta

4. Tenaga Medis Lainnya Rp 5 juta

Sumber pendanaan insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 diberikan terhitung mulai Maret 2020 sampai Mei 2020 dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (Holmes Pane/Adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.