Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Tuntut Pembayaran, Warga Rawa Rengas Memblokade Jalan Parimeter Utara

Loading...

Kabupaten Tangerang – Ratusan warga eks Desa Rawarengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang memblokade Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) selama empat jam, sejak pukul 07.00 WIB-11.00 WIB, Senin (10/8/20).

Para pendemo, dulunya merupakan warga Rukun Warga (RW) 15 Desa Rawa Rengas. Setelah pembebasan lahan yang dilakukan Angkasa Pura II, dua tahun lalu. Kini, para warga telah pindah lokasi bermukim.

Sayangnya, meski runway III suda beroperasional. Para warga belum menerima uang pembebasan lahan. Akibatnya, warga yang tergusur terlunta-lunta selama dua tahun lebih.

Yasin, Sekretaris Desa Rawa Rengas kecamatan Kosambi menuturkan, Adapun aksi warga ini, merupakan korban penggusuran perluasan landasan pacu, runway lll menuntut agar Pengadilan Negri (PN) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang secepat nya melakukan pembayaran lahan tanah yang sudah dikuasai pihak Bandara Soetta, terang nya

Pengakuan Yasin, Gabungan warga melakukan Aksi demo, tapi kebanyakan warga eks, RW 15, diperkirakan 150,- KK, atau kurang lebih 800.- jiwa, uangkap nya.
Sebenarnya Kami selaku pihak pemerintah Desa sudah mencoba memanggil semua yang terkait untuk mediasi untuk mencarikan solusi.

“hanya keputusan pengadilan Negri (PN) tangerang yang dapat mengurai persolan. tutup nya.

Ditempat terpisah, Sapri, S. Sos Wakil Ketua Fraksi, Partai Keadilan Sejahtra (PKS) Angota Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Kabupaten Tangerang mengatakan, Seharus nya ada Tanggung jawab moral dari semua pihak seperti Angkasa Pura, BPN, Pengadilan dan pemerintah untuk mencarikan solusi, atau mempasilitasi untuk pembayaran lahan tersebut, ucap Sapri dilokasi Aksi Demo (10/8)

“Uang ganti rugi pembayaran lahan itu, sudah dititipkan oleh Angkasa Pura ke pengadilan namun PN, Tangerang membutuhkan rekomondasi BPN, kabupaten Tangerang, sampai saat ini belum juga ada keputusan.sehingga warga melakukan aksi unjuk rasa, angkap nya.

Angota dewan komisi 3 itu berharap, Saya berharap pihak BPN dapat menterjemahkan UU No 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah, dimana pembayaran ganti rugi bangunan dan lahan tidak dapat terpisahkan dan PN Tangerang seharus nya juga memahami regulasi tersebut, tukas nya.

“Semoga pertemuan mediasi dipasilitasi oleh Angkasa Pura II dua pada tanggal 13/8 nanti semua pihak, dapat memberikan Solusi atas hak – hak warga sebagai pemilik lahan yang sudah dikuasi oleh Bandara Soetta,untuk perluasan lapangan Pacu, Runway lll segera dibayarkan,” ujar nya

Lanjut beliau , Pihak Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta sebenarnyasudah melakukan konsinyasi (menitipkan uang ganti rugi) di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.
Tapi sampai saat ini belum juga di tetapkan keputusan untuk pembayaran.

Kata beliau, Segera buatkan keputusan atas Uang ganti rugi yang telah dititipkan di PN, Tangerang untuk 63 bidang tanah total luas tanah mencapai 3 hektar, itu tuntutan warga. tegas nya.

“Hemat Saya mulai 25 Januari 2019 tahun yang lalu, lahan itu telah dibebaskan seluas 3.021 kurang lebih dengan bidang tanah dan seluas 167,52 Hektare,

“Dengan cakupan perluasan lahan Bandara terdapat 209 bidang tanah seluas 309.542 meter persegi.

Wakil Ketua fraksi PKS komisi 3 itu menambahkan, Tentu kalau saja ada yang mengajukan persoalan sengketa secara hukum, harus tercatat secara Adminitrasi di pengadilan Negri (PN) sejauh ini tidak ada keterangan pihak PN adanya gugatan secara resmi.

“Kalau tidak ada gugatan secara resmi tercatat di PN, Tangerang maka tidak ada gugatan secara hukum, Ya dibayarkan saja hak – hak warga, Ucapnya

Menurut Sapri, Saya kwatir kalau tidak ada solusi pada pertemuan tanggal 13 nanti, warga akan mengelar aksi unjuk rasa dengan masa yang lebih besar lagi dan akan berkelanjutan selama 5 lima hari tidak menutup kemungkinan akan memblokade Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), “tandas nya. (Man)

 

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.