Tunggak Jutaan Rupiah, LAZISNU Kencong Lunasi Biaya Nyantri Kakak-adik Santri PP Assunniyyah

Jember, nusantaraterkini.com- Tim CARE-LAZISNU Cabang Kencong Kabupaten Jember mengunjungi dua santri kakak beradik Ponpes Assunniyyah Kencong Jember.Keduanya mengalami kendala tidak mampu membayar biaya nyantri, hingga menunggak selama berbulan-bulan. Kamis, (11/03/21). 

Kunjungan tim lembaga Zakat, Infaq dan Shoadaqoh PCNU Kencong ini, guna klarifikasi kepada pihak pesantren serta membantu melunasi biaya nyantri kedua kakak beradik, yang tidak terbayarkan hingga total mencapai 7,6 juta rupiah.

Ketua Lazisnu PCNU Kencong, Ustad Imam Syafi’i menyampaikan, awalnya Ia mendapati informasi bahwa dua santri Ponpes Assunniyyah mengalami kendala biaya I’anah Syahriyah (biaya nyantri, kebutuhan hidup dan lainya) yang tidak terbayarkan.Padahal selama ini mereka banyak prestasi, terutama sang kakak.

Imam menambahkan, sang kakak bernama Sefri Aldinir Rohman yang kini sedang kuliah menunggak hingga 28 bulan, sedangkan Afton Ubaidillah sang adik menunggak selama 10 bulan.

Padahal, jelas Imam, keduanya sudah mendapat dispensasi dari pesantren setiap bulannya masing-masing senilai Rp. 150 ribu rupiah.

“Sehingga tanggungan tiap bulan menjadi sebesar Rp. 200 ribu rupiah, Itupun keduanya masih menunggak sekian banyaknya. Total 38 bulan kali 200 ribu rupiah sama dengan 7,6 juta rupiah, ” ungkapnya.

Ia menerangkan, pada akhir tahun ajaran, kakak beradik ini terancam tidak bisa mengikuti ujian kwartal Madrasah Assunniyyah jika belum melunasi tanggungannya.Hingga kemudian pihaknya pun bernegosiasi dengan pihak pengurus, agar dua santri ini tetap bisa mengikuti Ujian Kwartal, supaya proses pendidikannya tetap berlanjut.

“Untuk sementara kami mencicil dulu Iuran Syahriyah sebesar 2 juta rupiah, sementara kekurangannya akan diupayakan lebih lanjut.Alhasil pihak pengurus pesantren mengabulkan permohonan kami, ” kata Imam.

Selanjutnya Dia bersama Tim melakukan klarifikasi dengan menemui Pengurus Ponpes Assunniyyah seksi Keuangan bidang I’anah Syahriyah, guna menggali informasi seputar kondisi ekonomi keluarga santri.

Ia juga menanyakan, apakah tidak ada pemanggilan wali santri terkait tunggakan ini.Pihak pesantren menjawab, sudah, bahkan setiap menjelang ujian kwartal wali santri kami undang hadir ke pondok.

“Lalu, kami pun berinisiatif menemui kedua santri tersebut dan menanyakan kenapa kok bisa nunggak sampai sekian banyak.Katanya mereka sudah tidak tinggal bersama kedua orang tua, sang kakak ikut neneknya dan adik ditanggung paman, ” kata Imam.

Menurut Imam, santri yang tinggal di Asrama Darul Arobi ini, tidak berani terlalu meminta kepada nenek dan pamanya.Sebenarnya ayah ibunya masih ada, ayahnya yang kini di Kalimantan tidak pernah kirim biaya untuk kedua anaknya, sedangkan ibunya hanya sesekali kirim uang untuk memenuhi kebutuhan keseharian kedua anaknya, namun tidak cukup untuk membayar syahriyah.

“Mbah hanya petani, usia sudah sepuh, jadi mereka tidak enak hati mau terus-terusan menyampaikan tunggakanya, ” tutur Imam.

Imam berpesan kepada Sefri untuk menjaga prestasinya dan kelak harus mau menjadi kader NU juga harus menjaga sang adik supaya nyantrinya tetap berjalan baik.

“Tentu, dengan harapan dan doa khususnya untuk para donatur, semoga setiap hembusan nafas santri ini, nilai ibadah mengucur kepada seluruh donatur NU Care-LAZISNU Cabang Kencong, ” pungkasnya. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.