Tujuh Orang Ditetapkan Tersangka, Soal Pengrusakan Rumah Di Koya Barat

Papua – Polda Papua  menetapkan tersangka kasus pengrusakan di Koya Barat Distrik Muara Tami Kota Jayapura setelah melakukan pemeriksaan saksi -saksi dan gelar perkara oleh Direktorat Reserse kriminal Umum Polda Papua yang dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Tony Harsono, S.Ik, M.Si.

 Ke tujuh tersangka tersebut yakni JUT (58), AJU (20),  S alias AY (42), AR (43), IJ (29), MM alias Z (31) dan AR alias A (20). Sedangkan Fauzan dikembalikan lantaran tak terlibat dalam pengrusakan.

“Ya setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para pelaku dan saksi serta dilakukan gelar perkara kasus tersebut dinyatakan ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan dan menetapkan 7 orang tersangkan,  sedangkan satu orang dinyatakan tidak terlibat dalam aksi pengerusakan tersebut atas nama Fauzi Maqsud,” jelas Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Mustofa Kamal, SH, Kamis (28/2/2019) malam.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang membawa, menguasai dan memiliki senjata tajam tanpa ijin dan pasal 170 ayat (2) ke-1 tentang barang siapa dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang. 

Dalam kasus tersebut ketujuh tersangka mempunyai peran yang berbeda-beda, tersangka JUT (58) mempunyai peran memiliki dua buah Samurai warna merah dan kuning yang selalu ditaruh di dalam mobil Triton miliknya dan menghasut santrinya untuk memperingati ke rumah korban agar mematikan musik, tersangka AJU (20) mempunyai peran membawa samurai warna kuning untuk memotong kabel dan sound di rumah korban, S alias AY (42) mempunyai peran membawa samurai warna merah untuk memotong kabel dan sound korban, AR (43) mempunyai peran ikut masuk ke dalam rumah korban dan ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik, IJ (29) mempunyai peran ikut berada di halaman rumah korban dan ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik rohani, MM alias Z (31) mempunyai peran ikut berada di halaman rumah korban dan ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik, sedangkan AR alias A (20) mempunyai peran ikut berada di halaman rumah korban dan ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik rohani.

BB yang diamankan yakni, 1 bilah samurai warna kuning, 1 bilah samurai warna merah, potongan kabel Sound, dua buah Speaker Sound dan 1 unit mobil Mitsubishi TRITON warna hitam nopol: DS 8366 J.

Kejadian tersebut berawal dari Korban Henock Niki yang memutar music dengan volume keras di rumahnya, tiba-tiba datang beberapa orang kerumahnya dan membawa samurai, lalu melakukan pengrusakan terhadap speaker kabel milik korban. 

Sempat terjadi adu mulut antara korban dan para tersangka. Kasus ini berujung aksi protes dari warga dengan meblokir jalan lintas Jayapura – Keerom.  (Faizal Narwawan)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.