Trijanto Aktivis 98 Kembalikan Formulir Pendaftaran Cakada Kota Blitar ke DPC PKB

Blitar – Mohammad Trijanto, Aktivis 98 dengan diantar ratusan relawan secara resmi mendaftar sebagai calon kepala daerah (Cakada) Kota Blitar ke kantor DPC PKB Kota Blitar, Jumat (10/5/2024) sore.

Trijanto memenuhi amanat para relawannya yang mempunyai satu visi menjadikan pegiat antikorupsi ini menjadi calon Walikota Blitar. Sebelumnya, para relawan Trijanto yang terafiliasi dengan beberapa partai mengambilkan formulir pendaftaran.

Karena mereka tahu bahwa Mohammad Trijanto merupakan aktivis 98 yang pro demokrasi.

Selain itu, pegiat antikorupsi ini dikalangan NU merupakan pengikut Gusdurian sedangkan di PDIP ikut menginisiasi lahirnya gerakan pro demokrasi. Karena Mohammad Trijanto pernah bergerak bersama dengan Gus Dur dan juga Megawati untuk lahirnya demokrasi.

Para relawan Trijanto ini mengambilkan formulir pendaftaran di Kantor DPC PDIP Kota Blitar dan formulir pendaftaran di Kantor DPC PKB Kota Blitar.

Untuk memenuhi tuntutan para relawannya yang menginginkan dirinya maju dalam pilkada Kota Blitar. Akhirnya Trijanto mengembalikan formulir di dua kantor politik, yaitu DPC PDIP dan juga DPC PKB.

Menurut Trijanto, dirinya mengembalikan dua formulir ini bukan keinginannya sendiri tapi ada dorongan yang kuat dari para simpatisannya untuk maju dari dua partai politik tersebut. Setelah dari Kantor DPC PDIP dirinya langsung mengembalikan formulir pendaftaran di Kantor DPC PKB.

“Para relawan hijau ini yang memaksa saya untuk mengembalikan formulir pendaftaran calon walikota di Kantor DPC PKB. Saya ini ngikutin arahan relawan yang melakukan komunikasi ke semua partai politik. Jadi itu bukan saya, tapi para relawan,” kata Trijanto setelah mengembalikan berkas di DPC PKB.

Trijanto sendiri yakin keputusan mencalonkan dari dua partai ini tidak akan berpengaruh banyak pada hasil rekomendasi Parpol, baik di PKB maupun PDIP. Dirinya pun cukup yakin bakal mendapatkan rekomendasi Calon Wali Kota Blitar.

Trijanto juga menambahkan bahwa para relawan merah dan hijaunya ini memang memaksa dirinya untuk maju dalam pilwali Kota Blitar. Para relawan ini terdiri dari perwakilan di 21 kelurahan di Kota Blitar.

“Ya intinya para relawan ini menginginkan Kota Blitar butuh figur alternatif yang benar-benar lahir dari rahim pergerakan rakyat. Yang mempu memastikan mewujudkan tata kelola pemerintahan yg bersih, demokratis dan berwatak kerakyatan,” imbuhnya. (*)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.