Tradisi Malamang Di Pagaruyung Jangan Sampai Hilang

Tanah Datar, Sumbar: Biasanya Tiap masuk lebaran Haji hampir tiap rumah di ludai pagaruyung membuat lamang, itu sudah termasuk tradisi dari dahulunya.

Sudah dua tahun belakangan ini tradisi malamang ini sudah tidak begitu semarak, apalagi dalam kondisi Covid-19 ini.

lamang pagaruyung sangat beda ra sanya dari lamang nagari lain, dan mungkin buluh untuk pembuatnya, karna mungkin dari buluh Talang muda.

Amlas, biasanya tiap masuk lebaran idul Adha, ini dia membikin Lamang sebanyak 5/7 gantang beras pulut, tapi karna pandemi sekarang dia membuat sebanyak tiga gantang saja katanya, saat di temui awak media ini, 30/7/2020.

Amlas berpesan, tolong jangan sampai hilang tradisi malamang ini, karna ini sudah turun temurun dari nenek moyang kita, ujarnya.

Teti, lamang ini tidak hanya dari beras pulut saja, tapi bisa juga dari pisang, dan bila dimakan sama tapai pulut, akan sangat enak rasanya.

Teti, juga berpesan, jadikan lah tradisi malamang ini, sebagai tradisi yang jadi kebanggaan kita di pagaruyung ini katanya.

Moga hari raya Idul Adha, tahun depan tardisi malamang, kembali seperti sebelumnya, dan menjadi daya tarik tersendiri, untuk menjamu, tamu yang dari rantau.(rafi)

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.