Tradisi Jinjing Sepatu, Dibalik Fakta TMMD Reguler ke-105

Tegal – TMMD Reguler ke-105 yang digelar di berbagai daerah nusantara, memunculkan fakta-fakta unik dibalik kegiatan para anggota TNI yang tengah turut serta membangun negeri. Seperti terungkap pada pelaksanaan kegiatan di Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, salah satu lokasi pengabdian tentara untuk negeri di provinsi Jawa Tengah.

Pada kegiatan tersebut, terungkap bahwa sasaran yang dituju program TNI tersebut, merupakan sebuah lokasi dengan kegelisahan masyarakat, terkait kondisi infrastruktur tidak memadai. Bahkan, di SD Negeri Jatimulya 03, terdapat cerita sedih dari siswa, setiap musim hujan, para generasi emas penerus bangsa itu harus melepas sepatu dan menjinjingnya sampe sekolah.

Karena kondisi jalan saat musim hujan licin, becek dan jelek, sehingga menuntut anak-anak haru nyeker, atau tanpa alas kaki untuk berangkat menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Kondisi itu juga menjadi keprihatinan para guru pengajar. Lantaran khawatir terhadap kondisi kesehatan anak-anak apabila harus menempuh akses jalan dengan kondisi tersebut.

Riyanto salah seorang guru yang telah mengabdi selama delapan tahun di sekolah itu, mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi yang harus dialami siswa didiknya. “Saya sudah delapan tahun mendapati kondisi seperti ini, sepertinya nyeker merupakan tradisi di sekolah ini saat musim hujan. Bagaimana tahun-tahun sebelumnya, pasti kondisi cukup parah,” katanya.

Pengajar SD Negeri Jatimulya 03 itu mengaku menceritakan semua fakta yang muncul di sekolah tempatnya mengajar ketika melihat kegiatan TMMD yang dilakukan anggota TNI. Muncul harapan setelah kegiatan berakhir, tradisi nyeker bisa hilang, dan siswa dapat berangkat ke sekolah dengan nyaman, melewati kondisi jalan yang sudah baik.

M Tri Adji (11), siswa kelas enam SD Negeri Jatimulya 03 tak henti-henti memandangi kegiatan para tentara yang sedang bekerja keras membangun infrastruktur desa tersebut. Bahkan para Adji dan teman-temannya juga kadang tak canggung untuk membantu, mereka penasaran dengan kegiatan yang dilakukan dan ingin ikut merasakannya.

“Lagi liat-liat pak tentara yang sedang membangun jalan, biar jalannya bagus, dan ke sekolah tidak becek lagi, dan jalan tidak licin lagi, bisa memakai sepatu saat musim hujan. Terima kasih pak tentara, saya dan teman-teman kadang juga membantu ikut angkut-angkut, seneng ramai ada bapak-bapak tentara di sini,” tutur Adji.

Tak hanya siswa yang beramai-ramai membantu kegiatan pembangunan jalan di depan sekolah, para guru juga ikut berbaur dalam kegiatan TMMD Reguler ke-105 yang tak hanya membangun infrastruktur jalan setempat saja, melainkan juga melakukan kegiatan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan kegiatan non fisik lainnya.

Sementara untuk pekerjaan perbaikan infrastruktur jalan di SD Jatimulya 03 tersebut dikerjakan sepanjang 210 meter, dengan lebar 2,5 meter dan akan diperkeras dengan pengaspalan Lapisan Penetrasi Makadam (Lapen). Kemudian yang berada di samping sekolah, juga menuju akses pertanian warga sepanjang 1,6 kilo meter, lebar 3 meter dan 702 meter lebar 3 meter diperkeras dengan makadam.(Rus/red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.