Tolak UU MD3, PMII Datangi Kantor DPRD Provinsi

NusantaraTerkini.Com, – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bengkulu, Senin siang (5/3/2018) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu guna menolak Revisi undang – undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3), serta mendesak Presiden RI untuk tidak menyetujui UU itu dan segera mengeluarkan PERPPU sebagai pengganti UU MD3.

Kepada anggota dewan, puluhan massa PMII menolak dengan tegas, pasal – pasal yang menentang demokrasi. Sebab dengan adanya revisi UU MD3, nantinya akan menimbulkan kerugian bagi banyak orang terlebih bagi rakyat yang ingin mengeluarkan pendapat.
“PMII menolak dengan tegas pasal – pasal yang menentang demokrasi. Demokrasi Indonesia adalah kebebasan mengemukakan pendapat dari rakyat,” ujar Koordinator Lapangan PMII, Aan Padri.

Selain itu, PMII juga mendesak Presiden untuk tidak nyetujui atau menandatangi revisi UU MD3. Hal ini sebagai sikap politik Presiden untuk tidak menandatangani revisi UU MD3 dan sebagai keberpihakannya pada rakyat. Dalam UU tersebut terdapat beberapa pasal yang mengkiriminalisasi hak berpendapat rakyat, yakni Pasal 73, pasal 122 huruf (k), dan pasal 245.

“Seperti pasal 73 yang berisikan DPR akan menggunakan polisi untuk melakukan pemanggilan paksa atau bahkan penyanderaan selama 30 hari. Hal ini menimbulkan kekeliruan bagi rakyat mengenai tugas dari kepolisian, sedangkan kepolisian itu bekerja dalam ranah hukum, jadi mereka akan berbuat semena – mena jika UU MD3 sudah disahkan” imbuhnya.

Sementara, anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Sujono , mengapresiasi langkah mahasiswa menyampaikan aspirasinya terkait UU MD3 yang sudah sudah disahkan DPR RI. Ia meminta agar massa sedikit bersabar karena uu tersebut telah digugat di Mahkamah Konstitusi.

” ini merupakan produk demokrasi di negara kita, dan pemerintah juga setuju, pembahasan itu tidak hanya dilakukan di di DPRD tapi semua elemen, jadi saya yakin agar bersabar menunggu itu, karena sudah ada yang menggugatnya di MK,” pungkasnya. (Nindri/Cw2)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You cannot copy content of this page