Tolak Hasil Pemilukada Papua, Tim Pemenangan JWW-HMS Sebut Sistem Noken Biang Masalah

NusantaraTerkini.Com, Papua – Koalisi Papua Cerdas dan Pasangan calon Gubernur Provinsi Papua John Wempi Wetipo dan calon Wakil Gubernur Habel Melkias Suwae (JWW-HMS) bersama relawan serta pendukung menyatakan menolak hasil pemilukada gubernur dan wakil gubernur Papua periode 2018-2023.

Hal ini disampaikan Ketua tim koalisi dan pemenangan Papua Cerdas Edoardus Kaize, S.s dalam jumpa pers, Selasa (10/6) sore.

“Kami dengan tegas menolak hasil Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2018 -2023. Kami pasti menerima apapun hasil Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur, sepanjang dilaksanakan dengan cara-cara yang jujur adil dan beradab,” jelas Eduardus.

Pihaknya juga menyatakan duka cita yang mendalam karena menurutnya saat ini disebut sebagai bentuk kematian demokrasi di Provinsi Papua akibat terjadinya praktik-praktik kotor dan curang yang mengkhianati suara rakyat.

“Kami berduka karena rakyat di Provinsi Papua dipaksa untuk mendapatkan pemimpin dengan cara-cara yang tidak fair,” ungkapnya.

Selain mendesak Bawaslu untuk menindaklanjuti laporan-laporan pelanggaran yang telah disampaikan. Pihaknya juga mendesak DPR RI untuk membuat regulasi pengganti penggunaan sistem Noken atau sistem ikat suara.

“Karena apa, penerapan sistem tersebut pada faktanya selalu dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sebagai dalih kecurangan dengan tidak membagikan Formulir C6 kepada pemilih dan C1 kepada saksi,” tandasnya.

Hal senada disampaikan sektetaris koalisi
Natan Pahabol yang mengaku sistem noken yang dipraktikkan merugikan paslon lain.

“Kenyataannya noken tidak dilibatkan, yang ada ini main ikat, main bungkus dalam satu komando. Dengan demikian kami berpikir manusia Papua sudah cerdas, sistem noken harus dihapuskan di atas tanah ini karena sangat merugikan dan mematikan demokrasi di Papua,” tambah Natan.

Selain itu Paskalis Letsoin selaku ketua tim kuasa hukum pasangan yang disebut Josua ini menyatakan, kerugian dari sistem noken berimbas bagi semua pihak hanya saja saat ini dihadapi Josua.

“Kedepan ini menjadi kerugian yang besar bagi calon lain jika tak ada perubahan,” tandasnya.

Paskalis juga menyayangkan di daerah pesisir Papua partisipasi masyarakatnya sangat sedikit.

“Jadi ini tanggung jawab kita semua termasuk wartawan untuk mengubah sistem dan yang jelas partai kita akan evaluasi sistem noken ini,” jelasnya lagi.

Untuk diketahui KPU Provinsi Papua dalam rapat pleno menetapkan pasangan petahana dengan nomor urut 1 Lukas Enembe – Klemen Tinal (Lukmen) sebagai pemenang Pilgub Papua periode 2018-2023 dengan total perolehan suara sebanyak 1.939.539 suara.

Sementara pasangan nomor urut 2 John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (JWW-HMS) mendapatkan hasil sebanyak 932. 008 suara. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.