TNI Tak Pernah Mundur Hadapi KKSB Di Papua

Papua – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dan seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa.

Pangdam XVII/Cenderawasih mengatakan bahwa ke 3 prajurit TNI tersebut telah gugur demi menjalankan tugas mulia untuk menegakkan kedaulatan bangsa.

“Mereka adalah pahlawan kusuma bangsa yang telah rela mengorbankan nyawanya demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua. Ini juga sekaligus membuktikan bahwa kelompok separatis bersenjata lah yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat Papua. Mereka tidak segan membunuh aparat dan warga sipil yang tidak mendukung mereka”, kata Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (7/3) malam.

“TNI akan terus mem – back up Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap aksi-aksi kelompok bersenjata yang meresahkan masyarakat Papua.

“Kami tidak pernah dan tidak akan pernah mundur selangkah pun dalam menghadapi KSB. Meskipun beberapa prajurit TNI – Polri telah gugur dalam tugas, namun kami tetap berkomitmen untuk melindungi warga masyarakat Papua dari teror yang dilakukan KSB”, tegas Pangdam.

Diketahui, sebelumnya Sekitar 50 hingga 70 orang yang merupakan bagian dari kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) menyerangan setidaknya 25 anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) saat sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu di Kabupaten Nduga.

Baku tembak itu terjadi tepatnya di Distrik Mugi Kabupaten Nduga, sekitar pukul 8.00 WIT, Kamis (7/3/2019) pagi.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi kepada wartawan mengatakan, pasukan TNI mendapatkan serangan dari pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya.

“Pasukan TNI Satgas Gakkum kekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan, tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak,” jelas Kapendam, Kamis (7/3) malam.

Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan, dan berhasil memukul mundur kelompok KKSB sampai menghilang kedalam hutan belantara.

Akibat serangan tersebut menyebabkan 3 orang prajurit gugur sebagai kusuma Bangsa atas nama Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji. (Fai)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.