TNI di Perbatasan Gelar Penyuluhan Untuk Mempersempit Ruang Gerak Narkoba

NusantaraTerkini.Com, Jayapura – Jajaran TNI di perbatasan terus melakukan upaya pencegahan dan tak jarang melakukan razia untuk mempersempit ruang gerak penyebaran Narkoba yang kerap masuk melalui perbatasan RI-PNG.

Beberapa waktu lalu Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad sukses menggelar penyuluhan tentang Narkoba di SMA 06 Muara Tami. Kali ini Satgas kembali menggelar penyuluhan di SMKN 07 Jayapura, jalan Perbatasan RI-PNG, Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Senin (28/5/2018).

Hal ini didasari lantaran banyaknya peredaran ganja di wilayah perbatasan RI-PNG yang melibatkan anak usia sekolah.

Dari data yang dihimpun, untuk Satgas 501 saja selama 3 bulan ini  kurang lebih ada 17, 3 Kilo gram ganja kering siap edar yang berhasil didapatkan. Sementara untuk bibit ganja, Satgas 501 berhasil mendapatkan 300 gram bibit ganja.

Tak hanya itu, Satgas 501 juga berhasil menyita 443 botol miras ilegal yang tersebar di perbatasan khususnya wilayah operasi Satgas YPR 501. Parahnya, dari data tersebut masih ada pengguna dan pengedar ganja yang berusia produktif atau usia sekolah.

Untuk itu penyuluhan dan pendekatan kepada berbagai satuan pendidikan perlu dilakukan juga oleh TNI.

Komandan Satgas (Dansatgas) YPR 501 Kostrad. Letkol Inf. Eko Antoni Chandra. L kepada wartawan mengatakan dalam materinya, pihak Satgas menjelaskan tentang jenis kenakalan remaja baik itu narkoba, seks bebas, pornografi, maupun tawuran antar pelajar.

“Selain itu juga ditampilkan video tentang contoh kenakalan remaja dan dampak yang ditimbulkan dari kenakalan remaja tersebut. Bahkan pemateri juga menjelaskan ancaman hukuman yang diatur dalam UU apabila melanggar kasus narkoba, seks bebas, pornografi, dan kasus tawuran,” jelas Dansatgas.

Ia mengatakan pada usia remaja inilah merupakan titik penentu mau jadi apa setelah dewasa nanti. Sementara Kepala Sekolah SMKN 07, Jalaludin Tiflen, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengakui, daerah Perbatasan merupakan daerah merah (rawan penyebaran Narkoba-Red).

“Wilayah perbatasan adalah pintu gerbang keluar masuknya narkoba di negara kita, dan biasanya para pengedar narkoba sering menjadikan sekolah sebagai media untuk mengedarkan narkoba. Semoga dengan adanya penyuluhan tentang narkoba dari Satgas TNI bisa menjadikan para siswa paham, mengerti, dan mewaspadai, dan bisa menghindari apabila ada oknum yang mencoba menawarkan narkoba dengan berbagai iming iming,” jelas Jalaludin.

Diakhir materi, pihak Satgas memberikan tips bagaimana untuk menghindari bahaya kenakalan remaja.

“Diantaranya bentengi diri dengan agama, selektif dalam pergaulan, selalu menaati segala nasehat orang tua dan selalu mengisi waktu dengan kegiatan yang positif. Pemateri juga berpesan kepada 52 siswa yang hadir dalam penyuluhan agar jangan sekali-kali mendekati apalagi mencoba narkoba. Berprestasi tanpa ekstasi, menjadi juara tanpa narkoba,” tutup Dansatgas.

Untuk diketahui sejak bertugas awal Tahun 2018, TNI diperbatasan terus membongkar dan menangkap pengedar dan pemakai narkoba. Tak hanya itu ladang pohon ganja juga sering didapatkan pihak Satgas yang tumbuh subur di perbatasan Papua. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.