Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

TMMD Reguler Brebes Buka Akses Sekolah Bocah Kembar Siam Yang Ingin Jadi Dokter

Loading...

Brebes – Rena (9) dan Reni (9), murid kelas 3 SDN Bantarkawung 04, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, adalah anak-anak Dukuh Kedung Kandri RT/RW. 01, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Rena (kanan foto), bercita-cita menjadi dokter sehingga dapat membantu memajukan dusun dan desanya dari segi kesehatan.

Begitu tinggi memang cita-cita kedua bocah yang harus menyebrang rakit melewati Kali Pemali, untuk pulang-pergi ke sekolah terdekat yang berada di wilayah kecamatan tetangganya, Kecamatan Bantarkawung. Mereka juga membayar ongkos rakit sebesar seribu rupiah sekali jalan, sehingga wajar jika kebanyakan dari anak-anak disana hanya lulus SD.

Babinsa Kalinusu, Koramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, Sertu Eko Nuhyoto menyatakan, dirinya sangat bangga atas cita-cita kedua anak kembar siam itu.

“Saya selaku Babinsa sangat terharu sekali atas keinginan mereka untuk melanjutkan sekolah sampai ke bangku kuliah,” ungkap selepas memberikan hadiah berupa uang Rp. 10 ribu bagi masing-masing anak yang hafal Pancasila atau Lagu Kebangsaan Garuda Pancasila, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, sekedar uang dari Dukops (Dukungan Operasional) Babinsa yang disisihkannya itu, hanya sebagai motivasi bagi anak-anak Kedung Kandri agar berjiwa Pancasila.

“Nasionalisme memang harus ditanamkan sejak dini. Semoga sedikit apa yang saya berikan akan benar-benar digunakan oleh mereka untuk membeli buku dan pensil,” imbuhnya.

Dijelaskannya lanjut, tak hanya aktivitas sekolah saja, 100 KK di Kedung Kandri yang sudah puluhan tahun terisolasi dengan dusun-dusun lainnya di Kalinusu dan mayoritas petani dan peternak itu, juga harus naik rakit jika hendak ke pasar, pelayanan kesehatan terdekat, serta ke Balai Desa Kalinusu.

“Kalau musim kemarau seperti saat ini tidak masalah karena untuk melewati Kali Pemali, karena bisa berjalan kaki melewati bebatuan untuk melompati air yang surut. Namun saat musim penghujan dan Kali Pemali banjir, ratusan warga di sana tidak bisa kemana-mana,” tandasnya.

Untuk diketahui, ongkos menyebrang rakit per kepala adalah seribu rupiah, sedangkan untuk satu unit sepeda motor adalah Rp. 5 ribu.

Sedangkan jika ingin mendapatkan pelayanan administrasi di kantor desanya, setelah menyeberang Kali Pemali, warga Dukuh Kedung Kandri harus melanjutkan perjalanan darat melewati sejumlah desa di wilayah Kecamatan Bantarkawung, kemudian di wilayah Kecamatan Bumiayu, sejauh 8 kilometer lebih dalam waktu lebih dari 45 menit, sebelum akhirnya sampai di tujuan.

Pihak desa setempat telah menganggarkan pembuatan jembatan gantung di tahun 2021. Sedangkan untuk saat ini, adanya TMMD Reguler 109 Kodim Brebes yang sedang membuka jalan tembus sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter di areal persawahan warga Kalinusu yang secara sukarela menghibahkan tanahnya, juga membuka harapan baru bagi anak-anak Kedung Kandri agar kedepan minimal lulus SLTA. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.