Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Tingkatkan Operasi Masker, Desa Laksana Bertahan di Zona Hijau

Loading...

TANGERANG NUSANTARA TERKINI. Com – Satuan Gugus Tugas Covid-19 terus menerus tingkatkan operasi yustisi dan operasi Displin memakai masker dari unsur 3 pilar TNI, Polri dipimpin langsung H. Asgani, purnawirawan berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang kini menjabat sebagai Kepala Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten tangerang.

Kepala Desa Laksana H Asgani mengatakan, Bersama tiga pilar Polri dan TNI serta menggerakkan jajaran Linmas, trantib kejaroan Ketua RW/RT untuk melakukan Operasi Yustisi dan sosialisasi disiplin menggunakan masker terus menerus kita lakukan untuk memutus rantai penyebaran corona virus,”Kata pria 62.tahun itu diruangan kerja nya senin (5/10/20)

Sebelum tim Operasi kita berangkatkan, “Saya selaku Kepala Desa Laksana seperti biasa memberikan masukan dan informasi pemetaan lokasi yang akan disasar dan sekaligus mengedukasi atas di tetapkannya Peraturan Bupati Nomor 53 tahun 2020,”tutur Asgani

“Surat edaran Bupati itu, tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penerapan disiplin pelaksanaan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 di wilayah Kabupaten Tangerang

Untuk itu Bersama 3 pilar dan kelompok masyarakat,”Asgani menjelasakan, operasi melibatkan Babinsa,Binamas,Linmas,trantib, kejaroan, Ketua RW/RT dan jajaran Staf Desa Laksana Kegiatan rutin operasi menyasar ke tempat – tempat umum untuk membubarkan kerumunan apalagi yang sering dijadikan tempat nongkrong anak – anak remaja di lingkungan desa laksana.

“Tentu operasi ini bertujuan himbauan,teguran bahkan pemberian sanksi sebagai bentuk mempertahankan zona hijau dan perhatian pemerintahan desa laksana kepada warga, agar tidak terpapar virus corona, “tutur Asgani

Asgani mengungkap kan, kegiatan operasi yustisi sabtu (3/10) malam mingu kemaren masih saja terdapat 30.orang remaja yang sedang berpacaran di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawa Badak Desa Laksana, “untuk pendataan, pasangan remaja itu dibawa ke kantor desa, diberikan himbauan dan sanksi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan push up agar ada efek jera.

“Dimasa Pandemi saat ini mohon khusus nya untuk remaja jangan lakukan kegiatan yang berkerumun apalagi nongkrong hingga larut malam dan jangan sampai terpengaruh minuman keras ( miras) “himbau mantan anggota polri yang pernah mengenyam angkatan Lido 1 sukabumi tahun 1981.

Pihak nya membuka ruang laporan informasi, pemerintah desa laksana mendapat laporan warga, bahwa Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawa Badak, belakangan dikunjungi puluhan remaja, di antara mereka berpasangan

Sambung Asgani, “Saya akan kerahkan trantib dan kejaroan perangkat desa laksana untuk memantau setiap hari di TPU rawa badak itu, agar tidak ada lagi kegiatan asusila dan minuman keras yang masih membandel akan ditindak hal ini kita lakukan demi kebaikan warga desa laksana.

“Pacaran di atas kuburan sampai malam hari khusus nya kaum remaja dan mereka yang berkunjung ke TPU tidak memakai masker berpotensi membahayakan keselamatan dan kesehatan, “ucap nya

Menurut asgani, pihak nya melakukan Operasi yang dilaksanakan kepala desa dan jajarannya itu bertujuan dalam rangka edukasi dan pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah.

“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu melaksanakan 3 M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Semua itu untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus corona,” tukas mantan
Wakapolsek Kembangan Jakarta Barat yang kini menjadi kepala desa laksana.

Kendati lingkungan desa laksana disituasi Zona hijau, “asgani menegaskan, Kalau bukan masyarakat yang menjaga agar tidak menjadi zona merah, siapa lagi, seraya meminta masyarakat mendukung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Asgani berpesan, Virus Corona belum selesai, demi kesehatan mari saling mengingatkan mentaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid 19.

“Semantara dalam pemantaun semoga tidak mengulangi kembali 30 orang didominasi kaum remaja itu yang diamankan pada oprasi yustisi, “diakui Asgani, setelah didata identitasnya dan diberikan peringatan mereka dipulangkan,

“Termasuk sejumlah pemuda yang sedang nongkrong dan diduga diantara mereka sedang meminum miras, juga diberikan sanksi dan dipulangkan setelah diberikan pendataan peringatan tidak akan mengulangi perbuatan itu kembali.”Pungkas nya (Man)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.