Tidak Hanya Miras Oplosan, Premium Oplosan Juga Marak di Jember

Jember- Akibat stok BBM premium di beberapa SPBU di Jember kosong, kini peredaran bensin premium oplosan atau bensin Kw semakin marak terjadi.Bensin kuning (sebutan warga lokal untuk premium) bagi konsumen termasuk BBM favorit yang banyak dicari.Senin, (28/12).

Kondisi seperti ini diduga sengaja dimanfaatkan oleh pengepul nakal dengan cara bensin kuning asli dioplos bahan cair lain dan mereka tidak memikirkan akibatnya.

Seperti yang dialami Hariono warga Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas, sepeda motor miliknya beberapa kali mengalami mogok dan mati mesin setelah membeli bensin kuning di kios bensin tetangga.

“Setelah saya periksa ternyata karburator menjadi kuning, dingin berembun, dan beberapa hari kemudian akhirnya macet. Hati-hati membeli bensin kuning, biar tidak bernasib sama dengan motor saya.”kata Hariono.

Tak ayal Hariono pun komplin kepada pemilik kios atas kondisi mesin motornya yang rusak.Setelah didesak pemilik kios pun mengaku jika bensin kuning yang Ia jual, hasil kulakan dari salah satu pengepul asal desa yang sama bernama Sukat.

Dikonfirmasi awak media di rumahnya, Sukat mengaku jika dirinya memang pengepul bensin kuning, namun Sukat tidak tahu menahu apakah bensin tersebut premium oplosan sebab Ia beli apa adanya dari pengepul .

Sukat mengatakan, bila bensin kuning yang dijualnya ke kios pelangganya selain didapatkan dari pengepul Jember sendiri, juga dari luar daerah seperti Jatiroto dan Lumajang hingga Situbondo, yang sengaja dikirim ke tempatnya dengan cara pemesanan.Dia beli seharga 8 ribu perliter bensin kuning.

la menambahkan, profesi pengepul seperti dirinya di sini banyak dan mereka menawarkan keliling ke kios-kios bensin.Namun Dia hanya jemput bola, pelanggannya datang sendiri ke tempatnya.

“Saya beli bisa 1 ton dikirim, kadang 15 jerigen kadang 10 jerigen. Perjerigen isi 35 liter.Satu hari bisa habis.Katanya punya bosnya yang aparat, katanya yang penting kalau ada apa-apa telpon saya sudah, ” ujarnya. (Tahrir)

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.