Terbit : 18 Juni, 2019 - Jam : 11:58

Tiba di Banda Aceh, Nisa Sabyan Cs Dapat Ija Krong dan Selendang Khas Aceh

Loading...

ACEH – Grup musik Sabyan Gambus dijadwalkan akan mengisi acara malam puncak HUT Kota Banda Aceh ke 814 di lapangan Blang Padang, Selasa (18/6/2019) malam ini.

Nissa Cs tiba di Banda Aceh langsung dijamu oleh Wali Kota, Aminullah Usman di Pendopo di dekat Lokasi acara, terlihat juga para penderita thalasemia di Kota Banda Aceh yang diundang dan dijamu di Pendopo itu.

Personil Sabyan Gambus disambut dengan prosesi adat Aceh yaitu Peusijuk (tepungtawari-red) oleh Wali Kota dan istri, Hj Nurmiaty AR serta Wakil Wali Kota dan istri, Hj .Fauziah.

Pada kesempatan itu, Wali Kota dan Istri serta Wakil Wali Kota dan istri menyerahkan cindera mata kepada Nissa dan personil Sabyan lainnya. Wali Kota memberikan Ija Krong (kain sarung khas Aceh-red) dan mengalungi mereka dengan selendang khas Aceh. Nurmiaty sendiri berkesempatan memasang bross motif pintu Aceh di jilbab Nissa. Sang vokalispun terlihat semakin cantik menggenakan bross yang kini sudah digemari masyarakat dunia.

Kepada grup musik asal Jakarta itu, Walikota Banda Aceh menyampaikan sekilas tentang profil Kota Banda Aceh, kota yang menerapkan syariat Islam dan juga kota yang memiliki sejumlah destinasi wisata menarik, seperti wisata tsunami, wisata religi dan kuliner yang menggugah selera. Aminullah juga menyampaikan kota yang dijuluki Serambi Mekkah ini memiliki cagar budaya yang sangat menarik.

Katanya, Sabyan yang mengusung aliran musik bernuansa Islami dinilai sangat tepat menghibur warga Banda Aceh dan sekitarnya.

“Warga Aceh butuh hiburan, namun hiburannya harus bernuansa Islami karena daerah ini menerapkan syariat Islam. Sabyan Gambus menjadi pilihan kami untuk memberikan hiburan untuk warga kota dan sekitarnya,” kata Aminullah yang juga sangat ngefans dengan lagu yang dibawakan Sabyan Cs yang saat ini beredar luas.

Dihadapan para tamu, Aminullah menyebutkan bahwa syariat Islam tidak menjadi penghalang bagi Banda Aceh menggelar berbagai kegiatan, termasuk menggelar acara hiburan. Namun tentunya konsepnya tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat.

“Seperti acara kita nanti malam, lapangan sudah didesain sedemikian rupa agar tidak bercampur penonton laki-laki dan perempuan,” pungkas Aminullah. (is)

Loading...
Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.