Terlibat Kasus Narkoba, Dua Anggota Polres Tanah Karo Dipecat

Loading...

TANAH KARO – Dua anggota polisi ‘nakal’ yang bertugas di Polres Tanah Karo terpaksa dipecat secara tidak terhormat (PTDH) karena terlibat kasus narkoba.

Pelanggaran hukum yang menjerat Brigadir Deri Andreas Brahmana dan Brigadir Rus Piccal Sihombing itu, berakibat fatal.

Tanpa kompromi, Kapodasu mengeluarkan Skep pemberhentian no: kep 741/VI/2019/Tmt dan no :kep/742/VI/2019/ Tmt tertanggal 31 Juli 2019.
Upacara pemberhentian secara tidak terhormat digelar di Halaman Mapolres Tanah Karo, Senin (12/8/2019) sekira pukul 10:00 WIB yang dipimpin Wakapolres Tanah Karo, Kompol Hasian Panggabean.

Pemberhentian ini sesuai dengan Undang-Undang no 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Serta melanggar pasal 12 ayat 1 huruf a PPRI tentang pemberhentian anggota Polri.
Diketahui, Brigadir Deri Andreas Brahmana, dan Brigadir Rus Piccal Sihombing diberhentikan karena sebelumnya melanggar kode etik dan hukum.
Selanjutnya mereka berdua terbukti melanggar hukum tentang penyalahgunaan narkoba dan telah menjalani sidang kode etik, dan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kabanjahe.
Wakapolres mengungkapkan, melalui upacara ini membuktikan jika institusi kepolisian tidak main-main untuk menindak para pelaku penyalahgunaan narkoba.

Dirinya menyebutkan, langkah ini merupakan peringatan bagi anggota kepolisian yang masih ingin bermain-main dengan hukum.

Ia mengatakan, melalui sikap kedua orang ini membawa dampak buruk bagi institusi kepolisian karena telah mencoreng muka institusi kepolisian.

“Dengan kejadian yang dilakukan yang bersangkutan, institusi kepolisian turut tercoreng. “Ini menjadi acuan bagi personel yang masih aktif agar introspeksi diri, bahwa setiap yang melanggar kode etik dan mencoreng kepolisian akan mendapatkan ganjaran yang sama,” ujar Hasian.

Dari kedua anggota kepolisian yang dicopot itu, terlihat hanya Brigadir Deri Andreas Brahmana. Satu personel lagi, tidak dapat hadir dan hanya diwakilkan secara simbolis menggunakan foto yang bersangkutan.

“Kalau Brigadir Deri, bisa hadir karena kami jemput dari Lapas sedang menjalani proses hukum. Sedangkan Brigadir Rus Piccal, sudah sempat ada omongan yang bersangkutan berniat untuk hadir. Namun kenyataannya beliau tidak hadir. Maka kami ganti dengan foto yang bersangkutan,” ucap Kasi propam Polres Tanah Karo, Ipda E Situmorang.
Hasian melanjutkan, pemberhentian ini bukan karena pimpinan memiliki kebencian pribadi terhadap yang bersangkutan. Tindakan ini merupakan bentuk konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan oleh keduanya.

Terlebih, sebelum PTDH pihaknya sudah melakukan proses pembinaan agar keduanya tidak sampai mengulangi kesalahannya. “Kami sebagai manusia biasa mohon maaf, tapi ini yang harus saudara terima, silakan menyesuaikan dengan masyarakat umum. Kalau masih mau hidup yang baik dan sehat, silakan jalankan hidup dan pekerjaan yang layak dan pantas,” ujar Wakapolres.

“Harapan kami saudara tidak melanggar peraturan lagi, apabila nanti terjadi lagi maka saudara akan ke dalam pidana umum. Saudara masih bisa berkarir di institusi lain maupun di masyarakat, seperti menjadi pengusaha ataupun anggota dewan karena hak politiknya belum dicabut,” pungkasnya.
Upacar pemecatan ini, dihadiri oleh Muspika setempat, dan tokoh tokoh agama. (Anita)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.

Aksi Dilarang