Terkendala Sebagian Lahan Milik PJKA, Pemkab Jember Tidak Bisa Bangun Pasar Ambulu

Jember, Nusantaraterkini.com- Keberadaan pasar Ambulu Kabupaten Jembe sejak empat tahun yang lalu hingga sekarang, diketahui belum pernah terlihat ada pembangunan, baik perbaikan maupun renovasi. Akibatnya pasar terlihat kumuh seperti tidak terawat. Jum’at, (16/04/21).

Pantauan di lapangan, tampak atap-atap lapak pedagang banyak yang bocor dan berlubang disana-sini.Bila musim penghujan tiba pasar tergenangi air, lantaran sistem resapan air nyaris tidak ada, sehingga pasar menjadi becek dan kotor.

Atas hal ini, Plt Kasi Pengelolaan Pasar Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember, Fajar menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak bisa melakukan pembangunan pasar Ambulu, karena sebagian lahan tanah pasar masih milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

Katanya, selama ini pengelolaan dengan sistem kontrak.”Setiap lima tahun kita membuat perjanjian, karena sebagian tanah milik PJKA, sebagian lagi kepunyaan Pemkab.” kata Fajar , ditemui wartawan di Kantornya.

Berapa lamanya kontrak yang telah dilakukan antara pemkab dengan PJKA, Fajar mengaku tidak bisa menerangkan karena tidak mengetahuinya, karena masih baru menjabat Kasi di Disperindag.

Karena saya kan masih baru, jadi kita belum tahu berapa lama kontraknya, kalau tidak salah itu setiap lima tahun ada perjanjian kontrak, kemarin itu tiap tahun, tapi tahun ini kok belum ada kabar,” ujarnya.

Sebenarnya, pemerintah juga tidak tega terhadap para pelapak (pedagang) yang ada di Pasar Ambulu. Namun, karena terkendala status kepemilikan tanah, sehingga tidak bisa dilakukan pembangunan.

“Makanya, setiap kali penganggaran pembangunan, khusus pasar Ambulu tidak kita anggaran,” terang Fajar.

Perihal setoran tahunan Fajar menerangkan, setiap Pasar Daerah pasti ditarget untuk penyetoran terhadap pemerintah, namun soal besaran sesuai dengan perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahunnya.

“Karena PAD setiap tahun kan naik, maka setoran ikut naik dan PAD yang disetorkan oleh Pasar Ambulu tetap masuk kepada pemerintah, tidak pembagian khusus dengan PJKA, tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Fajar sepertinya Pemkab Jember belum bisa mengambil alih Tanah PJKA yang ada di pasar Ambulu. Lantaran, hal itu akan ribet. Mau diurusi ruwet, itukan bukan milik provinsi atau nasional, harus berhubungan langsung PJKA, pusat.

“Sudah lama itu mas, sejak saya jadi Dinas pasar sudah seperti itu, jadi kendalanya Pasar Ambulu kayak gitu.” tandasnya. (Tahrir)

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.