Terbit : 3 Desember, 2019 - Jam : 15:44

Terkait Ilegal Drilling, Datok Penghulu Surati Pemkab

Loading...

ACEH TAMIANG – Terkait tambang minyak bumi ilegal (Illegal Drilling) di dusun Rel, kampung Semadam, kecamatan Kejuruan Muda, kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Datok Penghulu (kepala desa) surati Pemkab, melalui Camat setempat.

Datok Penghulu Kampung Semadam, Daryusman kepada nusantaraterkini.com pagi tadi mengatakan, meski pihak penambang minyak sudah datang menjumpai dirinya untuk minta persetujuan, namun di tetap tidak akan mengeluarkan izin desa.

Katanya, itu bukan ranah dia untuk memberi izin, tetapi Pemkab Aceh Tamiang dengan SKPK terkait, seperti Dinas Pertambangan dan Mineral (Distamben) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

“Jadi bukan wewenang saya untuk mengeluarkan ijin usaha mereka. Disamping itu, agar tidak meresahkan warga, saya sudah menyurati Pemkab melalui Camat Kejuruan Muda,” katanya, Selasa (3/12/2019).

Surat yang dikirim kepada Camat Kejuruan Muda, pada tanggal 29 Nopember 2019, nomor : 670/1515, menginformasikan ke pemkab melalui Camat bahwa telah terjadi Illegal Drilling di Kampung Semadam.

Harapan Daryusman, adanya tindaklanjut dari Pemkab Aceh Tamiang, mengingat aktifitas yang dijalankan diluar aturan atau tidak legal.

“Saya laporkan ini, takut kejadian di Peureulak dua tahun lalu, yang menelan banyak nyawa, terjadi di Aceh Tamiang. Sebab apa, secara teknis, disamping aturan kan ada mekanismenya, agar tak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan,” tegas Daryusman.

Apalagi didalam Undang Undang nomor 22 tahun 2001 tetang penambangan Minyak Bumi dan Gas sudah diatur. Tata caranya dan tindak pidananya jika melanggar.

“Jika merujuk pada Undang Undang nomor 22 tahun 2001, pada Bab XI dan XII pasal 51 – 58 sudah jelas tindak pidananya, jika melanggar Undang Undang tersebut,” pungkasnya. (Syawaluddin)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.