Teguk Obat Menggugurkan, PRT Tewas Bersama Orok Bayinya

Medan – Seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT), ditemukan tewas dalam kamarnya di rumah majikannya, yang berlokasi di Jalan Hadanuddin, Kelurahan Medan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sabtu (9/3/2019), bersama orok bayinya berjenis kelamin laki-laki.

Sesuai keterangan majikannya Silvia, pembantunya itu biasanya setiap paginya, sudah bangkit dari tidurnya dan mengerjakan pekerjaan yang selalu dikerjakannya. Tetapi pagi itu, pembantunya bernama Yariba Laia (21), tidak terlihat di dapur. Lalu Silvia melihat ke kamar pembantunya itu, dan mendapati pembantunya dalam keadaan lemas dan mengeluarkan darah.

Takut akan terjadi yang tidak diinginkan, Silvia lalu membuat dan memberi susu kemasan untuk diminumkan, agar kondisinya segar kembali. Setelah diberikan minum susu, pembantunya kembali ke kamarnya untuk beristirahat.

“Perasaan saya tidak enak dan aneh melihat gelagat pembantu saya itu masuk ke kamarnya. Tak berapa lama saya datangi lagj ke kamarnya, dan alangkah terkejutnya saya melihat pembantu saya itu tergeletak di lantai bersama orok bayinya, dan lantai kamarnya sudah dipenuhi darah,” papar Silvia.

Silvia menambahkan, karena melihat korban sudah tergeletak di lantai betsimbah darah, Silvia histeris dan memanggil suaminya bernama Yogi. Lalu Yogi terperanjat mendengar suara histeris istrinya dan mendekati Silvia istrinya dan turut melihat kondisi yang dialami korban pembantunya itu. Kemudian, Yogi menghubungi rumah sakit terdekat, agar segera diberikan pertolongan. Lalu ambulans datang ke tempat kejadian. Supir ambulans yang melihat korban sudah tidak tertolong lagi, akhirnya dengan seijin majikan korban, supir ambulans melaporkan kejadian ke Mapolsek Medan Baru.

Laporan telah diterima Polsek Medan Baru, personil Polsek Medan Baru, bersama Tim Inafis Polrestabes Medan, langsung turun ke TKP melakukan pemeriksaan dan penyelidikan, dan jasad korban dibawa ke RS Bayangkara Polda Sumut, guna dilakukan outopsi.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah, saat dihubungi, Minggu (10/3/2019), membenarkan kejadian itu, dari hasil olah TKP, ditemukan tiga papan obat merek Sapros dari kamar korban sebagai barang bukti dan orok bayi korban ditemukan juga sudah meninggal di kamar mandi.

“Dari hasil outopsi yang kita terima, korban meninggal dunia, bukan ada unsur tindakan kekerasan, sebab tidak ada ditemukan tanda-tanda perlakuan kekerasan, tapi diduga pendarahan terjadi pada korban sampai meninggal dunia dan orok bayinya ikut meninggal saat masih dalam kandungan, karena telah mengkonsumsi obat penggugur kandungan,” ujar Kompol Martuasah.

Kompol Martuasah menambahkan, saksi merupakan majikan korban, kita mintai keterangan yang dialami korban, apa ada diketahui saksi penyebab lain, masalah dialami korban, sehingga korban sampai tega menyudahi hidupnya bersama orok bayinya.

“Kita sudah memintai keterangan dari saksi dan melakukan identifikasi jenazah korban, serta menyerahkan korban pada pihak keluarga korban,” kata Kompol Martuasah. (Dharma, red)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.