Terbit : 8 Agustus, 2019 - Jam : 19:52

Tarian Kolosal Gemu Famire Persit Tegal Simbol Masyarakat Jatimulya

Loading...

Tegal – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, guna melihat upacara ala militer penutupan TMMD Reguler 105 Kodim 0712 Tegal, yang resmi ditutup Kasdam IV Diponegoro, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M. Kamis (8/8/2019).

Tak sia-sia, selain pertunjukan karate junior asuhan Kodim yang menampilkan atraksi menarik, mereka juga mendapatkan bonus berupa penampilan tari maumere/gemu famire, penampilan dari Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXII Dim 0712 Tegal dan anggota Kodim.

Sebuah tampilan tari kolosal yang memacu semangat dengan harmonisasi gerakan, dihadirkan Ketua Persit, Ny. Candra Tilaar Richard Arnold atas permintaan suaminya atau Dansatgas TMMD/Dandim, Letkol Infanteri Richard Arnold, Y.S.

“Selaku Dansatgas, saya memberikan ruang bagi Persit untuk menampilkan yang terbaik mendukung tugas para TNI Kodim. Patut diapresiasi keterlibatan mereka dengan pakaian adat NTT,” ucapnya.

Sementara dikatakan Ny. Candra Tilaar, makna yang dikiaskan dari pementasan tarian yang berasal dari Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diciptakan Nyong Franco tahun 2004 silam tersebut, adalah kegembiraan masyarakat.

Tarian ini untuk menghibur para tamu dan masyarakat itu sendiri, menggambarkan bahwa mereka bergembira dengan hasil pembangunan sehingga berputar kiri dan ke kanan. Juga mempunyai konotasi bahwa pembangunan dilakukan bersama multi elemen yang ada termasuk masyarakat setempat, yang divisualisasikan melalui warna-warni busana yang dipakai penari.

“Tarian maumere khusus untuk memaknai bahwa masyarakat juga senang telah dikunjungi oleh para pejabat dari TNI dan Pemerintah maupun relawan yang telah membantu pembangunan,” pungkasnya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.