Tangkap Pria Bawa Bahan Peledak 6 Kg, Kapolsek Semboro : Mampu Meledak Radius 200 Meter

Jember, Nusantaraterkini.com- Polsek Semboro Kabupaten Jember mengamankan seorang warga karena gelagatnya mencurigakan.Usai digeledah ternyata Ia sedang membawa bubuk mesiu atau bahan peledak seberat 6 kilo gram tersimpan di dalam kardus.

Warga tersebut bernama Misru (50) warga Dusun Curahputih Desa Patemon Kecamatan Tanggul.Ia diamankan Polisi saat kedapatan sedang menunggu si pemesan bahan peledak, di depan Kantor Desa Sido Mekar Kecamatan Semboro pada Senin pagi, (29/03/21) sekira pukul 07.00 wib.

Menurut keterangan Kapolsek Semboro AKP Facthur Rahman, bahan peledak seberat 6 kilo gram, bila dibuat bom akan meledak sangat dahsyat.Kekuatan ledakan bisa mencapai radius hingga 200 meter serta mampu menghancurkan benda-benda yang ada di sekitarnya.

“Daya hulu ledak seandainya sudah jadi bom, bisa menjangkau 100 hingga 200 meter.Yang mengetahui dari Laboratorium Forensik, ” kata Facthur.

Facthur mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal saat Polisi melakukan Patroli.Sesampainya depan Kantor Desa Sidomekar, Polisi mendapati pelaku dengan gelagat mencurigakan berhenti di pinggir jalan sambil membawa kardus yang ditaruh diatas kendaraan roda dua miliknya.

Pelaku tampak berlama-lama seperti sedang janjian menunggu kedatangan seseorang.”Karena curiga dengan bentuk bungkusan itu, kita berusaha untuk menanyakan identitas KTP, setelah kita geledah dibalik bajunya ada celurit, kemudian kotak kardus kita buka ternyata benar di dalam berisi mesiu atau bahan peledak seberat 6 kilo gram, ” lanjutnya.

Hasil penyelidikan, mesiu tersebut berbahan dasar potassium, brown serta belerang.Ketiganya merupakan bahan dasar pembuatan bom.Pelaku mampu meracik sendiri bahan peledak yang ilmunya didapatkan secara otodidak, kemudian hasil racikan pelaku jual sesuai pesanan kepada pelanggan melalui HP.

Pelaku mengaku, praktik meracik bahan peledak sudah dilakoni selama setahun dan bahan peledak seberat 6 kilo gram sisa hasil racikanya yang terakhir.

“Sementara hasil penyelidikan, bahan peledak dipesan seseorang untuk bom ikan, bondet, tergantung dari pemesanan. Masalahnya yang pesan tidak pernah mengungkapkan untuk apa, ” terangnya.

Kini pihaknya terus mengembangkan kasus ini, meski menurut Facthur kemungkinan kecil temuan bahan peledak keterkaitan dengan aksi terorisme.

“Arah terorisme kemungkinan kecil, karena ini menjelang lebaran untuk petasan.Tapi tetap kita periksa secara intensif arahnya kasus ini kemana, ” imbuhnya. (Tahrir)

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.