Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Takut Menjadi Korban Kelakuan Menyimpang Pendidiknya, Belasan Santri Al Ikhwan Langkat Melarikan Diri

Medan – Puluhan santri Pesantren Al Ikhwan yang berlokasi di Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat yang menjadi korban perlakuan bejat dari oknum pendidiknya, akhirnya berontak.

Dari informasi yang diperoleh Pewarta Nusantaraterkini, (14/3/2019) dari para santri, kasus sodomi yang dialami belasan santri itu benar dilakukan oknum pendidik mereka Dedi Suwandi (40) yang juga Pengelola Pesantren Al Ikhwan.

Kasus pelecehan seksual ini terungkap, karena salah seorang santri yakni AS (16) melarikan diri dari pondok pesantren itu, karena tidak tahan lagi diperlakukan Dedi Suwandi, oknum pendidik mereka.

Santri AS memberitahukan perbuatan oknum pendidiknya kepada orang tuanya. Azwin Bahar selaku orang tua AS, langsung melaporkan perbuatan pelecehan yang dilakukan Dedi Suwandi ke Mapolres Langkat. Setelah menerima laporan tersebut, personil Polres Langkat langsung melakukan penyelidikan ke lokasi pesantren, dan pelaku telah diamankan.

Kapolres Langkat, AKBP Dody Hermawan, melalui Kasat Reskrim Polres Langkat, Juriadi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut dan di duga ada puluhan santri yang telah diperlakukan oknum pendidik tersebut.

Dedi Suwandi merupakan staf pengajar di pesantren tersebut, juga ASN, dan Ketua Pengelola Pesantren Al Ikhwan.

“Saat ini dari hasil pendataan yang telah kita terima, ada 14 santri yang menjadi korban perbuatan pelecehan seksual, dan tidak tertutup kemungkinan masih ada korban lainnya,” ungkap AKP Juriadi.

AKP Juriadi menambahkan, kasus pelecehan seks secara sodomi ini terungkap, sebab salah satu santri lolos lari dari pondok pesantren dan memberitahukan pada orang tuanya, lalu melaporkannya ke Mapolres Langkat ini. Pada Rabu (13/3/2019) sekira pukul 00.20 WIB, pelaku telah diamankan Polres Langkat.

“Pelaku mengakui perbuatannya sejak April 2018 lalu hingga Maret 2019. Ada 14 yang diduga jadi korban telah disodomi. Dari pemeriksaan dua orang telah disodomi, yang lainnya dicabuli, ungkap pengakuannya,” kata AKP Juriadi. (Dharma/red)

 

Rekomendasi
Comments
Loading...