Suryadi Nelayan Dadap, Kelaut egak Dapat Ikan Diam Nganggur Egak Makan

Kabupaten Tangerang,Nusantaraterkini.com – “Gimana ya bingung Egak punya keahlian lain udah dari bujangan jadi Nelayan, tapi saat ini, Laut semakin sulit diandalkan untuk menjadi tumpuan penghidupan, sejak ada Reklamasi dan bangunan – bangunan di Blok G laut itu, ikan semangkin berkurang

Apalagi ombak besar dan cuaca buruk paling mengerikan padasaat anginnya kencang, hampir dua bulan tahun 2021ini, Kelaut Egak Dapat ikan Egak Kelaut Egak Makan keluarga kita “ungkap Suryadi mengaku Warga RT 07/05 Dadap Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang.(rabu 24/2/2021)

Yadi menjelaskan, Perubahan Angin begini perahu – perahu nelayan dimari banyak disender berbulan – bulan sama juga Perahu kita Tuh, juga nyender di sungai Jembatan dadap, dimana lagi cuman dimari tampat nya, kan dipinggiran Pasir putih itu udah dilarang.

“Dulu diujung sungai ini ada pantai namanya Pasir putih banyak batu besar dan sempat dibuatkan bangunan batu panjang kelaut untuk warga yang wisata datang kepantai, Sekarang dilarang perahu nelayan bersandar di pinggir laut sebelah pasir putih, beginidah walau sempit – sempit perahu pada nyender dimari, “ucapnya.

Ditempat yang sama Budiman, juga nelayan dadap, Sulit menerka mah, kondisi Cuaca, di pinggiran pantai bisa terlihat tenang, tetapi di tengah laut ombak bisa sangat besar.

“Kadang kita berani ngutang habis, penasaran tapi akhirnya merugi, isi minyak disel, Alat tangkap persiapan makananan sampai ditengah laut, ombak nya besar angin kencang, dari pada perahu terbalik ya kita pulang,”jelasnya

Dikatan Budi, Ditengah Laut egak perlu pakai masker egak ada Corona tapi ada Ombak besar resiko nya sama

“Egak kwatir Corona kitamah dilaut, tapi kalau digoncang ombak besar ya bisa kebalik perahu, bisa nyawa taruhan nya, sangkin egak punya uang lagi demi anak istri, beranisih tapi ikan nya juga egak dapat, kok jadi serba salah ya hidup saat ini jadi nelayan,”Itulah disampaikan Yadi dan Budi sebagai nelayan di Kawasan Dadap, Kec.Kosambi

Saat awak media ini, mencari tau pantai pasir putih disampaikan oleh Nelayan Dadap tersebut, banyak penjagaan dan tidak sembarang orang boleh masuk dengan alasan harus izin dulu dengan orang dalam hal itu dikatakan lelaki setengah baya yang biasa mobil – mobil truk tanah dan tidak ingin nama nya di publikasikan.

“Mohon maap bukan egak ngasih masuk banyak truk – truk tanah dan nanti kita yang kena marah, izin dululah sama orang dalam dan mohon juga nama sama foto saya jangan diambil, sayamah cuman ngatur masuk dan keluar truk tanah

Terpantau juga di Bantaran sungai Dadap banyak Perahu – perahu nelayan bersandar dan tampak juga banyak mobil truk – truk besar berwarna hijau yang terparkir dan wari – wiri disepanjang jalan Dadap hingga pinggir laut area terbatas.

Kosambi (Rabu 24/2/2021)
Biro Tangerang Raya : Rohman

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.