Survei Secara Berkala, RSKJ Soeprapto Ukur Tingkat Kepuasan Pelayanan Terhadap Pasien

Bengkulu,Nusantaraterkini.com – Guna mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu, pihak rumah sakit rutin melaksanakan survei kepuasan masyarakat. Adapun landasan Hukum yang digunakan adalah Peraturan Menteri (Permen) Nomor 16 Tahun 2014 tentang Pedoman Survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan kesehatan.

Menggunakan metode  table sample Morgan dan Krejcie, terutama untuk pelayanan yang bersifat langsung. Tekhnik pengambilan sampel di poli rawat jalan dilakukan secara acak, setiap keluarga pasien yang ditemui hari itu maka dijadikan sampel (Probability Sampling) Yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

 

Kegiatan survei tersebut rutin dilakukan oleh RSKJ per 3 bulan, atau 4 kali dalam satu tahun, dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 360 sampel, dari ribuan pengunjung yang ada di RSKJ Soeprapto Bengkulu.

 

“Sampel yang diambil adalah pasien atau pengunjung Poli Rawat Jalan yang ditemui pada saat survei,” ungkap PJU Humas dan Informasi RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, Iswanti S.KM

Sasaran yang ingin dicapai dari survei tersebut yaitu:

  1. Mendorong partisipasi masyarakat sebagai pengguna layanan dalam menilai kinerja penyelenggara pelayanan.
  2. Mendorong penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
  3. Mendorong penyelenggara pelayanan menjadi lebih inovatif dalam menyelenggarakan pelayanan.
  4. Mengukur kecenderungan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di poli rawat jalan.

Ada 2 prinsip yang dilaksanakan dalam survei, pertama yaitu prinsip transparan, sehingga hasil survei kepuasan masyarakat harus dipublikasikan dan muda diakses oleh masyarakat.

Prinsip kedua yaitu prinsip partisipatif, yaitu dalam melaksanakan survei, harus melibatkan peran serta masyarakat dan pihak terkait lainnya, untuk mendapatkan hasil survei yang sebenarnya.

Dari hasil survei, ada beberapa kategori apakah pelayanan RSKJ sudah dianggap baik atau belum, dengan ditentukan oleh indeks kepuasan masyarakat (IKM).

Jika nilai IKM antara 88,31-100,00, maka pelayanan masuk ranking A terbilang sangat baik, jika nilai 76,61-88,30 maka rankingnya B dan termasuk baik.

Selanjutnya jika nilai IKM 65,00 -76,60, maka rankingnya C, dan nilainya kurang baik, sedangkan jika nilainya 25,00-64,99, maka rankingnya D dan termasuk kategori tidak baik.

“RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu sebelumnya pada triwulan pertama telah melakukan survei, dari hasil survei tersebut, IKM kita mencapai 79,32, ini artinya kita masuk Rangking “B” dalam kategori baik,” ujarnya Iswanti.

Ada beberapa poin yang akan diketahui setelah melakukan survei, diantaranya persyaratan pelayanan, system mekanisme dan prosedur.

Waktu, biaya tarif, produk spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, dan kualitas sarana dan prasarana.

Dari pelaksanaan survei, akan ada beberapa manfaat yang didapat nantinya, yaitu:

  1. Dapat mengetahui kelemahan atau kekurangan dari masing-masing unsur dalam penyelenggara pelayanan di poli rawat jalan.
  2. Mengetahui kinerja penyelenggara pelayanan yang telah dilaksanakan oleh unit pelayanan secara periodik.
  3. Sebagai bahan penetapan kebijakan yang perlu diambil dan upaya tindak lanjut yang perlu dilakukan atas hasil Survei Kepuasan Pelanggan (pasien/keluarga).
  4. Mengetahui indeks kepuasan masyarakat secara menyeluruh terhadap hasil pelaksanaan pelayanan kepada pasien dan keluarga di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu.

“Hasil survei nanti akan menjadi acuan layanan kedepan, hasil survei akan kita sosialisasikan kepada manajemen, perawat, dokter, dan semua pihak terkait, untuk perbaikan kedepannya. Harapan kita, dengan adanya survei ini, akan dapat meningkatkan pelayanan RSKJ, khususnya dilayanan poli rawat jalan,” ujar Iswanti.(Adv)

 

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.