Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Terbit : 4 Mei, 2020 - Jam : 15:49

Sulastri Warga Miskin Rawat Lima Anak Yatim-Piatu, Mengaku Senang Rumahnya di Bangun

Loading...

Jember, Jatim – Sulastri (50) seorang warga miskin yang merawat 5 anak yatim piatu, warga Dusun Jatiagung Desa Gumukmas Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember merasa bahagia dan terharu, seiring bantuan pembangunan rumah dari komunitas aksi kemanusiaan Berita Gumukmas (BG) telah rampung dan siap dihuni.Senin (4/5).

Kini rumah bantuan komunitas BG yang dibangun di atas tanah milik saudara dan tanah pengairan sudah mereka tempati.Meski rumah ukuran 4×7 ini terlihat sederhana, Sulastri dan 5 anak yatim piatu merasa lega dan senang menempati rumah barunya.Mereka tidak lagi merasa khawatir rumahnya pindah lagi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BG dan para simpatisan yang peduli kepada saya dan ke 5 anak ini yang ditinggal kedua orang tuanya, ” ucap Sulastri dengan logat jawa.

Dia beserta ke 5 anak yatim piatu memang tidak memiliki rumah.Sebelumnya mereka menempati rumah sederhana dipekarangan milik tetangga.

“Belakangan karena ada suatu masalah dengan pemilik pekarangan, kami disuruh pindah,” sebut Sulastri.

Dia menambahkan, beruntung ada saudara baik hati menawarkan rumahnya yang kosong untuk di tempati.Hingga kemudian Tim Dhuafa BG datang menawarkan bantuan membuatkan rumah untuknya serta ke 5 anak yatim piatu.

Kehidupan Sulastri bisa dikatakan serba kekurangan.Untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari saja, serta menopang biaya hidup 5 anak yatim piatu yang menjadi tanggunganya, Ia bekerja sebagai buruh tani, itupun jika ada yang menyuruh.

Apabila musim panen tiba, Sulastri pergi kesawah untuk memungut sisa hasil panen yang terbuang atau istilah masyarakat setempat menyebutnya “Ngasak”.

Sisa hasil panen tersebut Dia kumpulkan sedikit-demi sediki.Hasilnya Ia bawa pulang untuk menafkahi ke 5 anak yatim piatu yang Ia rawat sejak setahun lalu.

“Memang tidak banyak hasil yang saya dapat dari hasil ngasak, sebagian saya masak dan sebagian lagi dijual untuk membeli kebutuhan sehari-hari, ” ujarnya.

Meski hidupnya susah dan serba kekurangan, Sulastri tidak patah arang. Sulastri tetap semangat dan berusaha mencari nafkah agar bisa menghidupi 5 anak yatim piatu walaupun terkadang sering tidak mencukupi.

Sedangkan suami Sulastri terpaksa harus pergi merantau ke Surabaya bekerja sebagai kuli bangunan dengan hasil yang pas-pasan pula.”Suami bekerja di kuli bangunan, saya membantu bekerja dirumah.Semua untuk merawat dan mencukupi kebutuhan 5 anak yatim piatu, ” terang Sulastri.

Sulastri mengungkapkan, jika ke 5 anak yatim piatu yang dia rawat adalah keponakanya.Mereka di tinggal ibunya setahun yang lalu sejak anak bungsunya masih berumur 2 tahun.Sedangkan ditinggal bapaknya sejak anak yang terakhir masih berumur setahun.

“Memang Ibunya anak-anak ini adik saya, sebelum meninggal dia berwasiat kepada saya agar ke 5 anak-anaknya jangan dikasihkan kepada orang lain, dia minta saya yang merawat sampai mereka dewasa, ” paparnya.

Sulastri dan suami bertekad akan mendidik dan membesarkan 5 keponakanya sekuat tenaga hingga kelak mereka dewasa dan menjadi orang.

“Adik saya dan suaminya meninggalkan 5 anak, yang pertama umur 14 tahun lulus SD, namun tidak mau sekolah lagi karena lebih memilih bekerja membantu mencari nafkah buat adik-adiknya.Si bungsu sekarang umur 3 tahun belum sekolah, ” tambah Sulastri.

Sementara Ketua Umum BG, M.Subur menuturkan, jika rumah ibu Sulastri ukuran 4×7 meter yang kini sudah rampung pembangunanya, menghabiskan total dana sekitar 7 juta rupiah lebih.

Memurut Dia, dana tersebut berasal dari sumbangan para donatur tetap, maupun para simpatisan yang peduli kepada Sulastri dan anak yatim piatu

“Berkat dukungan dari para donatur BG dan simpatisan, terutama BG korwil Bali dan lainya, rumah 4×7 milik ibu sulastri dan ke5 anak yatim piatu sekarang sudah bisa dihuni, ” ucap Subur. (Tahrir)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.