Selama Kegiatan tersebut, Suimi Fales mengapresiasi antusiasme masyarakat yang aktif menyampaikan aspirasinya. Salah satu aspirasi yang menarik perhatian adalah terkait pendidikan anak tunarungu.

Suimi Fales menyampaikan bahwa seorang ibu bernama Riri mengajukan pertanyaan yang sangat relevan terkait anaknya yang tunarungu. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan kemungkinan anaknya melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas setelah menyelesaikan sekolah tingkat SMA.

 

Kota bengkulu

“Pertanyaan ini sangat bagus menurut saya karena tekad anaknya begitu besar untuk mendapatkan ilmu pendidikan walaupun dengan keterbatasan yang dimilikinya. Anaknya tetap semangat dalam menuntut ilmu,” ungkap Suimi Fales.

Suimi Fales menekankan bahwa pertanyaan ini memerlukan perhatian pemerintah untuk memberikan jawaban yang memadai. Beliau menyampaikan keprihatinan agar tidak terjadi diskriminasi terhadap anak tunarungu yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas.

“Nanti jangan sampai ada diskriminasi setelah dia tamat, apakah bisa diterima atau tidak. Jangan ada hambatan untuk dia melanjutkan ke universitas. Juga, penting untuk memastikan bahwa setelah tamat, dia memiliki peluang kerja yang setara dengan anak normal lainnya,” tambah Suimi Fales.

Suimi Fales menutup dengan harapan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh Ibu Riri dapat mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang adil dari pemerintah. Ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong kesetaraan pendidikan bagi anak tunarungu, sehingga mereka dapat mengakses pendidikan yang setara dengan anak-anak normal. (ADV)