Stunting Diberikan Dalam Non Fisik TMMD Reguler Tegal

Tegal – Pengetahuan tentang stunting diberikan dalam kegiatan non fisik TMMD Reguler 105 Tegal, Kodim 0712 Tegal menggandeng Puskesmas Suradadi, untuk mengedukasi Ibu-ibu PKK Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sabtu (27/7/2019).

Selaku narasumber, Hida Fitri M, SKM (31) dari Puskesmas Suradadi, memaparkan secara gamblang tentang definisi dari stunting (tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan seusianya).

“Kondisi stunting pada anak bisa dicegah sejak masa kehamilan dengan memberikan gizi yang cukup kepada ibu hamil,” terangnya.

Kondisi tubuh pendek karena keturunan bukanlah faktor utamanya, hal ini bisa diatasi dengan memberikan nutrisi yang baik pada Bumil (Ibu Hamil). Kondisi stunting terlihat jelas setelah anak berusia 2 tahun.

Bumil harus rajin mengkonsumsi menu seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, sayuran dan buah. Pasalnya, seribu hari pertama adalah masa emas bagi bayi untuk memperoleh pertumbuhan yang bagus, sehingga gizinya harus dimaksimalkan. Jumlah kalori yang tepat untuk Bumil adalah 2.300 kalori sedangkan untuk ibu menyusui sekitar 2.650 kalori.

“Untuk memantau tumbuh kembang bayi hendaknya Bumil rutin setiap bulannya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat sehingga tidak mengalami kondisi malnutrisi,” ajaknya.

Untuk pengukuran lingkar kepala, panjang dan berat badan bayi, sebaiknya diukur sejak lahir dan setiap bulan. Dikatakannya juga, apabila Bumil memiliki berat badan rendah, maka hal ini berpotensi menyebabkan bayi lahir kecil. Namun jika bayi terlanjur lahir maka kondisi nutrisi ibu pasca melahirkan dan bayinya harus segera dioptimalkan.

“Seringkali didapati ibu menyusui lebih banyak mengkonsumsi karbohidrat dan lupa protein serta sayuran, sehingga kondisi inilah yang perlu kita edukasi,” tegasnya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.