Terbit : 13 September, 2019 - Jam : 17:27

Status Sinabung Turun, 1.100 KK Akan Dipulangkan ke Desa Asal

Loading...

KARO – Sejak Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Badan Geologi (PVMBG) menurunkan status gunung Sinabung dari Awas (Level IV) ke Siaga (Level III) 20 Mei 2019, bahkan zona merah (larangan) yang semula 5-7 km menjadi 3-5 km.

Pemerintah Kabupaten Karo, Jumat (13/09/2019) menggelar rapat bersama dengan Staf Presiden Abed Nego Tarigan, Roy Abimanyu, Kepala BPBD Provsu Riadil Akhir Lubis, Kalak BPDB Karo Ir. Martin Sitepu, Kabid Logistik Natanael Perangin-angin, Dinas PUPR Karo, tim Kodam I/BB dan tim Kodim 0205/TK di ruang rapat Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting Kabanjahe.

Bupati Karo Terkelin Brahmana saat memimpin rapat mengatakan sudah membentuk tim sosialisasi dengan instansi terkait, untuk pemulangan pengungsi ke desa asalnya.

Karena dengan situasi adanya penurunan status gunung Sinabung. Maka menjadi acuan pemerintah untuk memulangkan penduduk.

Ada lima desa yang warganya akan dikembalikan, diantaranya Desa Tiga Pancur, Jeraya, Pintu Mbesi, Kuta Tengah dan Desa Kutagugung.

“Hal ini sudah kita rencanakan dan kita tunggu anggaran dari pihak BPBD Provsu. Sebab sebelumnya telah di ajukan sesuai kebutuhan Pemda,” ujar Bupati saat memimpin rapat.

Alasannya, pemulangan penduduk lima desa dikarenakan, sejak 2014 desa mereka sudah ditinggalkan. Begitu juga dengan kebutuhan fasilitas umum seperti jambur dan sarana air bersih.

“Pemda Karo tidak ada mengganggarkan untuk kebutuhan itu. Sehingga melalui surat Bupati dimohonkan bantuan anggaran Pemprovsu,” ujar Terkelin.

Sementara Gubsu Edy Rahmayadi melalui Kepala BPDB Provsu Riadil Akhir membenarkan jika pihak Pemkab Karo telah mengajukan kebutuhan dana untuk pemulangan pengungsi.

Dikatakannya, melalui dana bantuan tidak terduga (BTT) melalui BPBD Provsu menyanggupi permohonan dana renovasi rumah dan kebutuhan pemulangan serta pembangunan portal zona merah yang baru.

“Jumlah dana yang disalurkan sesuai kebutuhan pengungsi 1.100 KK dan telah tertampung dianggaran BPBD Provsu sekitar Rp. 7.542.157.500,” sebutnya.

Menanggapi itu, Kalak BPBD Karo Ir. Martin Sitepu mengaku siap menjalankan tugas soal pemulangan pengungsi lima des.

“Kita menunggu tim dari pihak kodam I/BB selaku koordinator pemulangan pengungsi yang akan melaksanakan karya bakti,” ujarnya.

Bagi warga yang nantinya akan dipulangkan dan membutuhkan karya bakti di desanya. Kodam I/BB siap mengerjakan tugasnys sesuai perintah pimpinan.

Kabid logistik BPBD Karo Natanael Perangin-angin, menyebutkan lima desa yang bakal dipulangkan jadwalnya akan disusunnya.

“Direncanakan pelaksanaannya diawal bulan oktober 2019. Anggaran sudah tersedia di BPBD Provsu. Oleh sebab itu bantuan berupa seng akan diberikan secara stimultan kepada 1.100 KK sesuai daftar pengajuan berjumlah 35.000 lembar seng,” ujar Nael.

Lebih lanjut dikatakannya, usai rapat nanti, pihaknya dan tim akan segera melakukan assesment ke lapangan. Agar pihak Kodam I/BB juga akan mendata rumah-rumah penduduk yang layak diterapkan karya bakti, sesuai fakta di lapangan. (Anita)

Loading...
Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.