Soal Jenazah TKI Tertukar, SBMI Sebut, Pemkab Jember Harus Ikut Betanggung Jawab

Jember, Nusantaraterkini.com- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Jember Nadifatul Khoiroh sangat menyayangkan adanya kasus Jenazah tertukar dari Malaysia. Minggu, (31/01/21).

Lanjutnya, yang dipulangkan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Jember namun ternyata yang datang justru jenazah PMI warga Sragen.

Padahal, katanya, untuk memberangkatkan jenazah saja sudah jelas-jelas ada alamatnya, “Nah itu kok bisa sampai tertukar, berarti sana yang ceroboh.Sangat disayangkan, karena ini keteledoran mutlak termasuk salah satunya dari KBRI juga, ” sambung Diva.

Selain KBRI, sebut Dia, yang patut disalahkan dalam kasus jenazah tertukar ini yaitu agen di Malaysia serta kargonya, ” Itu yang harus bertanggung jawab untuk ini, ” tegas Diva.

Perihal kasus ini, pihaknya menyarankan, kedepan pemerintah harus jeli karena kasus seperti ini sangat fatal.Apalagi yang di tingkat bawah sudah siap bersinergi mulai dari perangkat desa hingga masyarakatnya sudah siap untuk membantu.

“Nah ini tanggungjawab pemerintah, kalau ini warga Jember yang bertanggung jawab seharusnya Pemkab jember, ” katanya.

Usai jenazahnya berpolemik, pada Jumat 28 Januari 2021 Suliyati yang meninggal di Johor Baru Malaysia pada 12 Januari 2021 akibat pendarahan otak, kini jenazah telah tiba di kampung halaman Dusun Kapuran Rt.004 Rw. 19 Desa Grenden Kecamatan Puger, tepat pukul 17.00 Wib.

pada sore itu, jenazah Suliyati oleh keluarga langsung dimakamkan di pemakaman umum setempat.Suliyati 10 tahun yang lalu berangkat ke Malaysia bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Sebelumnya dikabarkan, seorang TKW atas nama Suliyati (41) warga Dusun Kapuran Desa Grenden Kecamatan Puger Kabupaten Jember, diketahui meninggal dunia di Malaysia jasadnya tertukar dengan jasad orang lain.Ternyata setelah ditelusuri jasad Suliyati tertukar dengan jasad PMI asal Sragen bernama Suryanti.

Kasus ini bermula saat pihak keluarga mendapati kiriman data dari pihak perusahaan kargo dan maskapai di Malaysia berupa catatan identitas dan foto jenazah yang akan diterbangkan menuju bandara Juanda Surabaya.Setelah dilihat ternyata bukan jasad Suliyati, namun tulisan di peti mati memang benar sesuai alamat rumah yang di tuju.

Sialnya, meski sudah diberi tahu oleh keluarga jika jenazah yang dikirim itu bukan jenazah Suliyati, pihak kargo nekat memberangkatkan jenazah ke tempat tujuan hingga sampai di bandara juanda surabaya.

Sebelumnya pihak kargo bersikukuh, jika jenazah yang diterbangkan ini sudah benar adanya dan ternyata salah.Kini peti jenazah atas nama Suryanti sudah dikirim pihak kargo ke rumah duka untuk dimakamkan yang sebelumnya sempat tertahan di terminal kargo II bandara Juanda Surabaya. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.