SMSI Minta Oknum Staff Pemkab Kaur Minta Maaf

NusantaraTerkini.Com, Bengkulu – Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Provinsi Bengkulu, Wibowo Susilo menyayangkan insiden pelarangan wartawan untuk meliput, saat acara sosialisasi sistem pengendalian barang milik Pemerintah Kabupaten Kaur.

“Melarang wartawan meliput pada acara yang bersifat terbuka adalah pelanggaran hukum, karena telah menghalang – halangi tugas jurnalis.” Terang Bowo.

Ia juga mengingatkan kepada semua pihak yang terkait, wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh hukum dalam hal ini UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

SMSI berharap ada etikad baik dari Pemerintah Kabupaten Kaur untuk memberikan sangsi kepada staff tersebut dan meminta maaf.

http://www.nusantaraterkini.com/staff-humas-pemda-kaur-perintah-bpk-wartawan-di-larang-meliput/

“Kami tunggu etikad baik dari pemkab Kaur, jangan ada pembiaran terhadap pelangaran aturan, yang bersangkutan (staff humas) harus disangsi dan meminta maaf, terang Bowo, Senin (09/04/2018).

“SMSI akan menanyakan kepada Pihak Badan Pemeriksaan Keuangan RI, Perwakilan Provinsi Bengkulu, apakah betul menyuruh pihak Pemkab Kaur melarang wartawan untuk meliput atau sekedar pencatutan nama belaka”, tambah Wibowo.

Diketahui, sebelumnya oknum staff pemerintah Kabupaten Kaur, inisial BD, melarang para pewarta dengan dalih, mendapatkan pemerintah Badan Pemeriksa Keuangan RI, Perwakilan Bengkulu, yang saat itu kebetulan menjadi nara sumber.(NU001)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.