Situasi Covid-19, 39 Jamaah Haji Asal Empat Lawang Batal Berangkat

EMPAT LAWANG  – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pemberangkatan haji tahun 1441 H/2020 M dipastikan batal, tercatat sebanyak 3 orang mengusulkan menarik kembali uang pelunasan keberangkatan Ibadah Haji.

Kepala Kemenag Empat Lawang, H Muhamd Makki melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) H Kgs Mahmuddin mengatakan, sesuai keputusan Menteri Agama (Kma) Nomor 494 tahun 2020 Tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji 1441 H/2020, tahun ini pemberangkatan haji dipastikan batal. Dari 39 Calon Jamaah Haji (CJH) Empat Lawang yang sudah melunasi biaya pemberangkatan, baru ada 3 CJH yang menarik kembali uang pelunasan keberangkatan ibadah haji.

“Pemerintah tidak melarang Calon Jamaah Haji (CJH) menarik uang pelunasan keberangkatan ibadah haji, Dimana untuk di Empat Lawang sendiri, ada 3 CJH yang mengambil uang pelunasan. Dan 3 CJH ini semuanya satu keluarga dari Kecamatan Pendopo,” ungkapnya kepada Wartawan saat dibincangi di ruang kerjanya. Kamis (25/6/2020)

Untuk itu, pihaknya juga mengimbau kepada Bank Penerima Setor (BPS)  Biaya Pelunasan Ibadah Haji (BIPIH) apabila ada CJH yang konsultasi dan menginginkan pengembalian uang di mohon untuk dilayani dengan baik yang bisa diambil juga, itu adalah uang setoran pelunasan jemaah, bukan uang setoran awal.

“Saya tegaskan, uang setoran tidak berada di Kemenag, akan tetapi di Bank Penerima Setoran. Kalau setoran awal juga diambil, berarti orang tersebut sudah tidak punya porsi lagi,” jelasnya.

Menurutnya, bagi jamaah yang ingin menarik dana BPIH perlu membuat surat permohonan dan syarat-syarat seperti fotokopi Ktp, lembar pelunasan dan buku tabungan haji, dengan mendatangi dan melakukan pengajuan ke Kantor Kementerian Agama Empat Lawang pada hari dan jam kerja.

“Calon jamaah haji Empat Lawang yang batal diberangkatkan pada tahun ini sebanyak 39 orang. Pembatalan pemberangkatan jamaah haji 2020 karena pandemi Covid-19 yang belum reda,” katanya.

Keputusan pembatalan yang dibuat menteri agama tersebut sudah melalui kajian-kajian teknis dan kesehatan secara mendalam, karena pandemi Covid-19 yang masih melanda di Indonesia dan Arab Saudi.

Mahmuddin mengatakan pembatalan jamaah haji tahun ini berlaku untuk seluruh warga Indonesia yang akan menjalankan ibadah haji secara reguler, khusus hingga undangan khusus, serta haji dengan visa khusus yang diterbitkan Kerajaan Arab Saudi.

“Jika tetap dipaksakan, tentu dapat mengancam keselamatan jamaah Indonesia dan warga Arab Saudi sendiri. Jadi, ini demi kebaikan jamaah Indonesia dan Arab Saudi,” jelasnya.(Ardi)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.