Siswa SMA Nekad Cabuli Kakak Kelasnya, Dilaporkan Ke Polisi

Medan – Aksi nekad seorang pelajar SMA berani mencabuli kakak kelasnya, akhirnya berurusan dengan polisi. Pelajar yang berbuat nekad itu, berinisial MPR (16), merupakan pelajar Kelas XI SMA, dan korban yang dicabuli itu berinisial M (17) pelajar Kelas XII SMK.

Dari informasi yang diperoleh, Selasa (12/3/2019), terbongkarnya perbuatan cabul tersebut, dari penuturan kakak korban yang tidak bersedia memberitahukan identitasnya, merasa curiga akan gelagat dan sikap adiknya itu, tidak seperti biasanya.

Kakaknya selalu membujuk korban supaya berterus terang, namun korban tetap saja pasif bahkan tidak menanggapi bila kakaknya bertanya padanya. Akhirnya, kakanya punya akal, tanpa sepengetahuan korban, kakaknya memeriksa handphone milik korban, dan alangkah terkejutnya kakak korban, bahwa adiknya telah dicabuli lelaki adik kelas korban yakni MPR.

Karena kakak korban telah menemukan bukti yang selama ini, dicurigainya, lalu bertanya lagi kakaknya pada korban, apa benar terjadi perbuatan itu, dan korban pun mengakuinya.

“Saya curiga sama korban, karena gelagat dan sikap korban tidak biasanya akhir-alhir ini. Korban sudah sering ke luar pada malam hari tanpa permisi pada saya kakaknya. Setelah saya selidiki dari handphone miliknya, saya sangat terkejut, ternyata adik saya telah dicabuli oleh MPR di tempat kosanya Jalan STM, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Deli Tua, Medan, sejak pertengahan Januari 2019 lalu,” ungkap Kakak Korban.

Dari pengakuan yang diungkapkan korban, akan pencabulan yang telah dialaminya, kakak korban langsung memberitahukan orang tua mereka, yang berada di daerah Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.

Mendengar berita dari kakak korban, atas kejadian yang dialami putrinya itu, ibu korban Boru S, langsung mendatangi orang tua MPR yang tinggal di Kota Tanjung Balai, Kecamatan Ledong, Kabupaten Asahan, untuk meminta pertanggungjawaban yang telah diperbuat MPR.

Hasil kedatangan ibu korban kepada orang tua MPR, agar mempertanggungjawabkan perbuatan anaknya, tetapi orang tua MPR menerima permintaan ibu korban, bila setelah anaknya lebih dahulu menamatkan sekolahnya, kemudian menikahkannya dengan korban.

“Mereka bersedia tanggung jawab, tapi mereka minta sampai anak mereka yakni MPR tamat dulu, lalu dinikahkan. Permintaan mereka itu jelas tidak bisa kami terima, karena nanti bisa berubah pemikiran mereka dan selalu mengelak, juga tak mungkin lagi bisa menuntut pertanggungjawaban MPR,” ujar Ibu Korban

Karena orang tua MPR selalu ngotot harus tamat dulu anak mereka MPR, kemudian menikahkan anaknya, ibu korban akhirnya memilih penyelesaiannya permasalahan yang mereka hadapi itu diselesaikan dari jalur hukum. Kemudian Ibu korban bersama korban melaporkan perbuatan MPR ke pihak berwajib Mapolsek Delitua.

Dari Polsek Delitua saat dikonfirmasi, Kapolsek Delitua, Kompol Efianto, membenarkan telah menerima laporan korban bersama ibu korban, atas perbuatan cabul MPR. Kompol Efianto berjanji akan segera memproses laporan korban.

“Benar, kita telah menerima laporan pengaduan korban bersama ibu korban. Kita akan segera memprosesnya,” janji Kompol Efianto. (Dharma/red)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.