Wartawan Nusantaraterkini Tertulis dalam box redaksi, Hati - Hati dengan Pihak yang mengatas Namakan Nusantaraterkini.com/Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Siswa SD di Nias Utara Susuri Dasar Sungai Untuk Tiba Ke Sekolah

Nias Utara – Jembatan Sungai Alonga merupakan merupakan Jembatan yang menghubungkan kedua Desa, Dusun IV Desa Afulu dengan Dusun VI Desa Lauru Fadoro, Kecamatan Afulu kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara dapat mengancam keselamatan warga. Daerah ini termasuk daerah tertinggal dan sangat terisolir yang masih belum tersentuh pembangunan.

Menurut informasi yang di dapat media Nusantaraterkini.com dari salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya dalam pemberitaan in, ada tiga Jembatan yang sudah rusak yang menghubungkan kedua Desa ini.

“Jembatan yang  harus diperbaiki ada tiga, setiap harinya dilalui oleh warga dan para siswa setiap hari, yang satu ukuran sepanjang 20 meter,dan ada Dua lagi jembatan dengan ukuran panjang 16 meter. Pada tahun 2017 kami melakukan gotong royong dan mengeluar biaya secara partisipasi warga namun hasilnya ketahannya hanya sebatas 2 tahun.” ujarnya

Kepala Sekolah SDN, 077281 Laraga Loloanaa Sokhinso Gea mengatakan, walau kondisi Jembatan dan Kondisi jalan lumayan ekstrim, tapi kami tidak pernah lelah untuk melaksanakan tugas kami sebagai guru. Walaupun setiap hari berjalan melewati gunung, lumpur bahkan sungai.

“Demi anak dan generasi penerus kami tetap optimis dalam menghadapinya, sekalipun sekolah ini tidak termasuk dalam kategori daerah khusus,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan permohonan kepada pihak pemerintah di wilayah kabupaten Nias Utara, agar jalan dan jembatan tersebut dapat secepatnya diperbaiki dan dibangun. Jalan ini berlokasi di Desa Laurufadoro Kecamatan Afulu menuju SDN 077281 Laraga Loloanaa.

“Kini jembatan darurat yang kami buat bersama dengan warga pada tahun 2017 yang lalu, telah putus dan ambruk. Maka setiap hari kami selalu menemani siswa di pagi hari dan siang hari untuk menyebrang, apalagi kalau hujan, sungai banjir dan tidak bisa dilewati, bisa mengancam keselamatan anak-anak. Bukan hanya itu masih ada dua lagi jembatan darurat yang kami buat akan mengalami hal yang sama dengan kata lain tidak layak lagi untuk dilewati karena kayu dan papannya sudah lapuk, sehingga kita tetap turun ke dasar sungai untuk melewatinya.” Tuturnya.

Warga dan pihak sekolah menyampaikan, mereka sangat mengharapkan perhatian pemerintah daerah untuk segera memperbaiki kondisi jembatan dan jalan  dari desa Lauru Fadoro menuju dusun VI Loloanaa. Demi kelancaran perekonomian warga dan kesejahteraan masyarakat di sana.(Fj)

Loading...

Loading...

Ruangan komen telah ditutup.